BCA Gelontorkan Beasiswa Senilai Rp4,95 Miliar

BCA Gelontorkan Beasiswa Senilai Rp4,95 Miliar

Rabu, 13 Maret 2019 | 18:43 WIB
. Foto: Doni Ramdhani
INILAH, Bandung - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) fokus dan berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya saluran yang dilalui yakni melalui dunia pendidikan. 

Executive Vice President Human Capital Management BCA Hendra Tanumihardja mengatakan, setiap tahun pihaknya rutin memberikan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa di 16 perguruan tinggi negeri (PTN). 

“BCA melalui CSR Bakti BCA rutin memberikan dana beasiswa yang kini sudah memasuki tahun ke-18. Tercatat, pada 2018 dana yang dialokasikan untuk program Beasiswa Bakti BCA ini senilai Rp4,95 miliar,” kata Hendra usai memberikan Kuliah Umum di Universitas Padjadjaran (Unpad), Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa pada periode tahun akademik 2017/2018 terhitung sebanyak 636 orang. Kemudian, pada tahun akademik 2018/2019 jumlahnya sebanyak 629 orang. 

Dia menjelaskan, komitmen BCA membangun dunia pendidikan itu pun dilakukan melalui rangkaian kuliah umum di sejumlah PTN. Dalam hal ini, dia berbagi pengetahuan mengenai membangun kapabilitas organisasi dan pengalaman bagaimana pentingnya SDM dan bagaimana peran SDM membangun perusahaan di era globalisasi seperti sekarang ini.

Selain di Unpad, kuliah umum pada tahun ini pun akan digelar di beberapa PTN. Antara lain Universitas Mulawarman, Universitas Udayana, Universitas Brawijaya, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Indonesia.  

“Keberhasilan sebuah perusahaan tidak terlepas dari faktor kualitas SDM yang ada di dalamnya. SDM merupakan salah satu elemen penentu keunggulan daya saing perusahaan. Seperti human capital management BCA yang berfokus pada peningkatan dan penciptaan value untuk pengembangan SDM,” jelasnya. 

Setiap tahunnya, mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas lulus dan melangkah ke dunia kerja di berbagai bidang. Tentu, para lulusan pendidikan tinggi itu harus dibekali dengan berbagai persiapan dari segi ilmu, wawasan, dan pengalaman untuk memperkeci langka pengangguran sarjana di Indonesia. 
Saat ini, berdasarkan data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menunjukkan sekitar 8,8% dari total 7 juta pengangguran itu adalah sarjana. 

“Di dunia kerja sekarang membutuhkan layanan yang seiring perkembangan era digital. Selain cepat, layanan yang ditawarkan kepada masyarakat sekarang harus lebih customized. Ini membutuhkan kompetensi soft skill,” sebutnya.

Keahlian itu diakuinya tidak diajarkan di lembaga pendidikan formal. Padahal, ke depan kompetensi yang dibutuhkan itu cenderung kea rah soft skill. Nantinya, dalam pekerjaan itu banyak mesin yang diotomisasi dan menggantikan tenaga manusia.

“Namun, soft skill SDM itu yang tidak bisa tergantikan oleh mesin dan robot. Emotional intelligent ini yang harus diasah terus agar siap menghadapi perubahan revolusi industri 4.0. Untuk itu, mari perkuat karakter, bangun networking, tingkatkan kompetensi, dan improve your creativity,” ucap Hendra.

Doni Ramdhani / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Maret 2019 | 21:40 WIB

    BI Lindungi Sistem Pembayaran Konsumen

  • Senin, 18 Maret 2019 | 21:10 WIB

    BIJB dan PT JAS Jalin Kerja Sama Kargo 10 Tahun

  • Senin, 18 Maret 2019 | 20:20 WIB

    Indosat Dukung Pengembangan Ekonomi Masa Depan

  • Minggu, 17 Maret 2019 | 21:00 WIB

    Kemenpar Bidik 2,9 Juta Turis Malaysia

  • Minggu, 17 Maret 2019 | 19:00 WIB

    LPPOM MUI: Produk UMKM Minim Kantongi Sertifikat Halal

  • Minggu, 17 Maret 2019 | 12:50 WIB

    Tekan Impor, Kemenperin Bakal Dirikan 12 Pabrik Gula Baru

  • Jumat, 15 Maret 2019 | 22:00 WIB

    Pos Indonesia Perkuat Platform Digital

  • Jumat, 15 Maret 2019 | 18:15 WIB

    Danamon: Pertumbuhan Kredit Jabar Capai 7,4 Persen