Operator 112 Purwakarta Keteteran Layani Permintaan Ambulance

Operator 112 Purwakarta Keteteran Layani Permintaan Ambulance

Kamis, 14 Maret 2019 | 13:40 WIB
. Foto: INILAH/Asep Mulyana
INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta memilii layanan call center khusus kedaruratan. Jika di Amerika ada 911, di kabupaten ini ada 112 yang menjadi nomor khusus masyarakat memerlukan bantuan pemerintah. 

Teknisnya, masyarakat yang membutuhkan layanan darurat tinggal menghubungi nomor tersebut. Nanti operator yang siaga 24 jam akan mengarahkan ke layanan yang diperlukan.

Sejak diluncurkan pada pertengahan tahun lalu, ratusan warga telah menikmati layanan tersebut. Yang saat ini mendominasi adalah meminta bantuan layanan ambulance.

Sayangnya, sebagai pengelola layanan On Call 112, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta mengaku keteteran. Terutama dalam melayani permintaan bantuan ambulance.

Kabid Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kabupaten Purwakarta Hendra Fadly menuturkan, pihaknya telah mengusulkan supaya ada satu ambulans yang siaga di depan kantor Diskominfo. Selama ini pengaduan masyarakat langsung tersentral ke Ogan Lopian yang dikelola instansi ini.

"Kami sering kesulitan koordinasi untuk meminjam ambulans. Padahal, warga mengeluhnya ke kami. Jadi kami usulkan minta satu ambulans yang siaga di Diskominfo," ujar Hendra kepada INILAH, Kamis (14/3/2019).

Hendra menjelaskan, ambulance milik Pemkab Purwakarta jumlahnya mencapai puluhan yang sebagian besar disebar ke desa. Tapi, dari puluhan ambulans yang ada, paling responsif yaitu ambulans Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur. 

"Ketika sopir ambulans yang lain nomor ponselnya tidak aktif, sopir ambulans Desa Kembang Kuning selalu on 24 jam. Selama ini, pelayanan kami terbantu oleh mereka. Karena saat kami hubungi tengah malam juga, sopir ambulansnya selalu siap, " jelas dia.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta tak menampik jika jumlah armada ambulans untuk melayani masyarakat masih minim. Armada yang tersedia baru 66 unit. Idealnya, satu desa memiliki satu ambulans dan satu puskesmas memiliki dua ambulans.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Rudi Hartono mengatakan, 66 armada terdiri dari 45 unit tersebar di desa dan 20 unit di puskesmas.

"Jadi, kalau melihat jumlah, armada tersebut masih jauh dari angka ideal," ujar Rudi.

Selama ini, Rudi menyadari, pengaduan soal kesehatan baik yang langsung ke Diskominfo maupun ke Dinkes cukup tinggi. Bahkan, menguasi 90 persen layanan pengaduan. Karena itu, pada 2019 ini pihaknya kembali mengusulkan penambahan ambulans. Adapun usulannya, sebesar Rp2,1 miliar untuk membeli tujuh unit ambulans baru.

Asep Mulyana / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 10:15 WIB

    Jembatan Bambu Cialamo Rawan Kecelakaan, Kades Cuek

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 15:15 WIB

    Jamaah First Travel Kecewa, Sidang Gugatan Ditunda

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 12:36 WIB

    Keren, Purwakarta Punya Sekolah Bertema Kesundaan

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 03:00 WIB

    Polres Garut Tangkap Perampas Mobil Kredit

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 19:49 WIB

    Dorong UMKM, PWI Jabar Gelar Seminar Ekonomi Digital