Sidang Itoc, Calon Sekda Bandung Akan Dipanggil

Sidang Itoc, Calon Sekda Bandung Akan Dipanggil

Kamis, 14 Maret 2019 | 15:55 WIB
Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija. INILAH/Ahmad Sayuti
INILAH, Bandung- JPU Kejari Bandung bakal menghadirkan calon Sekda Kota Bandung Benny Bachtiar, di persidangan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija.

Dalam dakwaan JPU Kejari Cimahi, Benny Bachtiar merupakan salah satu nama yang disebutkan. Saat itu Benny masih menjabat Kasubbid Perencanaan Pendapatan dan Anggaran Belanja. 

"Nama-nama yang ada di dakwaan Insha Allah jadi saksi, tapi tidak seluruhnya. Yang itu (Benny Bachtiar) masuk sepertinya," ujar Kejari Cimahi, Harjo via saat dihubungi, Kamis (14/3/2019).

Kasus itu bermula saat Pemkot Cimahi menyertakan modal Rp 42 miliar ke PT Lingga Buana Wisesa melalui PD Jati Mandiri, untuk membangun Pasar Cibeureum dan Sub Terminal Cimahi di lahan lebih dari 2,400 hektare.

Idris Ismail selaku direktur PT Lingga Buana Wisesa bersedia menyediakan lahan dan Pemkot Cimahi melalui BUMD PD Jati Mandiri menyediakan dana. Namun, belakangan lahan itu masih sengketa. ā€ˇHingga bertahun-tahun, pembangunan tak kunjung selesai dan kesepakatan antara Pemkot Cimahi dengan PT Lingga Buana Wisesa berakhir dengan sejumlah kesepakatan.

Salah satunya, pembagian uang dari penyertaan modal tersebut. Idris Ismail yang semula hanya menyediakan lahan namun ternyata lahan tersebut masih sengketa, tiba-tiba ketiban uang Rp 37 miliar dari pembagian uang tersebut. Uang itu merupakan sisa dari penyertaan modal Rp 42 miliar tersebut.

"Saat membahas anggaran penyertaan modal di DPRD Cimahi, Itoc tidak memasukkan penyertaan modal Rp 31 M dalam nota keuangan. Kenyataanya, Itoc meminta Benny untuk memasukkan Rp 27 M di pembahasan anggaran," kata jaksa dalam berkas dakwaannya.

Harjo mengatakan, penyelidikan kasus itu dimulai sebelum 2016. Pada tahun yang sama, Itoc dan istrinya, Atty Suharti yang menjabat Walikota Cimahi, terkena tangkap tangan KPK karena kasus suap. Itoc dipidana penjara selama 7 tahun dan Atty istrinya, 4 tahun penjara.

"Pada 2016 kami menungu hasil audit kerugian negara dan hasilnya baru keluar pada Desember 2018," ujarnya.

Ahmad Sayuti / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 14:15 WIB

    Banjir Surut, Rumah-rumah Warga Rusak

  • Senin, 18 Maret 2019 | 16:55 WIB

    Pemkot Tata Ulang PKL di Monumen Perjuangan