Anak Tukang Kembang Ini Ciptakan Sensor Pencegah Pelanggaran Lalin

Anak Tukang Kembang Ini Ciptakan Sensor Pencegah Pelanggaran Lalin

Kamis, 14 Maret 2019 | 16:40 WIB
. Foto: INILAH/Reza Zurifwan
INILAH, Bogor – Lusianti, siswi kelas X SMA Negeri 1 Pamijahan, berhasil meraih juara 1 dalam pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (PPKLLAJ) tahun 2019 yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor.

Atas keberhasilannya, anak tukang dekorasi kembang ini meraih piala dan uang tunai sebesar Rp4 juta. Lusianti dinilai paling inovatif dalam membuat rancangan alat elektronik virtual 3 dimensi polisi tidur yang akan dipasang di traffic light.

"Dengan alat yang saya rancang, pengendara akan memelankan laju kendaraannya saat traffic light berwarna merah. Dari alat yang saya produksi, otomatis menampilkan gambar polisi tidur saat lampu merah menyala," ujar Lusianti kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Dia menambahkan, saat ini karyanya baru berbentuk karya tulis ilmiah. Melalui bantuan petugas Dishub Kabupaten Bogor, alat tersebut akan diproduksi dan dilombakan kembali di ajang yang sama di tingkat Provinsi Jawa Barat.

"Estimasi biaya pembuatan alat elektronik virtual 3 dimensi polisi tidur yang saya adopsi dari negara-negara maju ini sebesar Rp2 juta hingga Rp3 juta. Saya yakin alat ini bisa membantu peningkatan ketertiban lalu lintas terutama pelanggaran penerobosan lampu merah," tambahnya.

Ketua Panitia PPKLLAJ 2019 Yuyuk Sukmawati menjelaskan, Lusinta berhasil menggondol juara 1 setelah lolos dari penilaian panitia. Ada lima kriteria penilaian, seperti kemampuan berbicara, jiwa kepemimpinan, etika, uji materi karya tulis ilmiah, dan paparan.

"Lusinta mendapat nilai tertinggi dari 41 siswa SMA lainnya sehingga dia sangat layak menggondol juara 1," jelas Yayuk.

Dia menerangkan, sebelum diikutsertakan dalam ajang pemilihan PPKLAJ tingkat Provinsi Jawa Barat pada Agustus mendatang, Lusinta akan diberikan bimbingan karya tulis ilmiah dan membantu memproduksi alat yang diciptakan.

"Mulai April hingga akhir Juli, kami akan bimbing Lusianti. Target kami, Lusinta bias mempertahankan juara 1 tingkat Jawa Barat yang kita raih pada tahun lalu," katanya.

Plt Kepala Dishub Kabupaten Bogor Supriyanto berharap, alat elektronik virtual tiga dimensi polisi tidur yang diciptakan Lusianti bisa ditangkap oleh pelaku industri sehingga bias diproduksi secara masssal.

"Kami optimis alat ini akan digunakan pemerintah daerah lainnya," katanya.

Reza Zurifwan / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 13:05 WIB

    Ade Yasin: 2021 Tidak Ada Lagi Sekolah Rusak

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 18:30 WIB

    Setelah Bogor Bisa, Lalu Apa Bima Arya?

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 18:00 WIB

    28 Persen ABPD Pemkab Bogor untuk Pendidikan

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 14:30 WIB

    Ade Yasin Ajak Orang Tua Mulai Periksa HP Anak