Pemprov Kembali Buka Lelang Kadinkes Jabar, Sepi Peminat Lagi?

Pemprov Kembali Buka Lelang Kadinkes Jabar, Sepi Peminat Lagi?

Kamis, 14 Maret 2019 | 17:58 WIB
Sekda Jabar Iwa Karniwa. Humas Pemprov Jabar
INILAH, Bandung-Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat satu-satunya OPD yang memiliki kepala dinas yang definitif. Hal ini harus diselesaikan agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.

Diketahui, sebelumnya Pemprov Jabar telah menggelar seleksi terbuka untuk posisi 14 jabatan Pejabat Tinggi Pratama. Namun karena minimnya kandidat pelamar, membuat jabatan Kadinkes harus kembali di lelang. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, lelang jabatan Kadinkes kembali dibuka. Bahkan, pihaknya telah mendorong ASN di kabupeten kota yang sesuai kriteria untuk turut serta dalam seleksi terbuka ini.

"Harapan saya ada pesertanya. Sudah mulai dibuka, sudah kita beritakan supaya mulai dibuka," ujar Iwa di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

Dia katakan, pihaknya berharap  lelang posisi dinkes ini diikuti banyak perserta. Secara pribadi, Iwa pun heran saat open biding perdana hanya satu orang yang turut serta.

"Sekarang sudah dibuka bahkan sudah ada perintah harus ikut. Dari kita pimpinan," katanya.

Meski demikian, Iwa belum bisa memaparkan beberapa orang yang bakal mengikuti lelang. Namun, pihaknya akan memastikan agar pesertanya bisa bertambah disandingkan pada proses lelang pertama. Di mana,  kala itu hanya satu orang yang mengikuti seleksi 

"Kita lihat nanti hasilnya berapa orang Pokoknya kita jangan sampai gak ada yang daftar lagi. Ya kita sampai dapat ketemu Kadinkes," katanya.

Kendati Kini posisi kadinkes masih kosong, Iwa menilai, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Saat ini Plt Kadinkes Jabar dijabat oleh Dodo Suhendar yang merupakan Kepala Dinas Sosial (Kadindos) Jabar definitif. Karena itu, pemprov  mengupayakan agar posisi Kadinkes segera terpenuhi.

"Karena pak Dodo itu cape juga, megang dua dinas raksasa.  Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Dimana dua-duanya aktivitasnya nggak ada hari tanpa tanpa aktivitas ya," katanya.

Tambah Iwa, pihaknya pun mengharuskan  ASN di dinas kesehatan di kabupaten kota untuk ambil bagian dalam lelang kali ini. Itu agar menemukan potensi terbaik yang akan memimpin Dinkes Jabar kelak 

"Supaya dia juga punya pemahaman dari kabupaten dan akan lebih memahami juga untuk permsalahan hal di Kabupaten apabila dia pernah," katanya.

Iwa juga sampaikan, pihaknya tak hana menawarkan ASN yang berada di Jabar saja untuk mengikuti lelang terbuka. Bahkan, telah menyampaikannya kepada calon peserta di luar provinsi untuk menjalani seleksi.

"Kalau itu sudah jelas Kan terbuka dari mana saja kan namanya terbuka," katanya.

Hanya saja, memang ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh peserta lelang. Terutama harus bergelar dokter, lantaran sesuai dengan bidang yang akan digelutinya kelak 

"Harus dokter enggak boleh sarjana sosial. apalagi ekonomi juga nggak boleh harus dokter. Bahkan harusnya ya kalau kita mah harapannya S2 minimal," pungkasnya.

Rianto Nurdiansyah / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Maret 2019 | 17:55 WIB

    Emil Jelaskan Alasan Adiknya Masuk TAP Jabar

  • Sabtu, 16 Maret 2019 | 20:00 WIB

    Keren, Seperti Ini Penampakan Masjid Terapung Al-Jabbar

  • Kamis, 14 Maret 2019 | 19:44 WIB

    13 Daerah di Jabar Masih Nunggak Cetak E-KTP

  • Kamis, 14 Maret 2019 | 13:40 WIB

    Sekda Jabar: Tol NS Link Positif Segera Dibangun

  • Rabu, 13 Maret 2019 | 22:30 WIB

    Nelayan Butuh Sentuhan Digital dan Teknologi