Amanat Besar Dinas KUK Jawa Barat

Amanat Besar Dinas KUK Jawa Barat

Jumat, 15 Maret 2019 | 15:45 WIB
Ilustrasi. Istimewa

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengemban amanat besar.

Sebagai kepala dinas anyar, dia memiliki tantangan menjadikan OPD yang dipimpinnya lebih solid dan kian mendongkrak potensi pelaku usaha dan koperasi di Jabar. 

Diketahui, sebelumnya Kusmana menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas KUK Jabar. Sebagai Kadis KUK, dia menggantikan Dudi Sudrajat Abdurachim yang kini menjadi Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. 

"Itu tantangan bagi saya untuk terus meningkatkan kinerja, berharap ke depan warisan dari Pak Dudi dapat kami teruskan. Hal-hal yang baik akan dilanjutkan," ujar Kusmana usai acara Pisah Sambut Kadis KUK Jabar di Kantor Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, Jalan Sukarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (15/3/2019).

Ada misi yang dia usung, agar koperasi dan produk UKM di Jabar tak melulu hanya menjadi raja di negerinya sendiri. Kusmana berharap, bisa semakin bertambah yang go internasional. Menurut dia, hal itu bukan hal yang tidak mungkin bisa terwujud bilamana semua stakeholder bisa bersatu padu.

"Barangkali lebih kepada bagaimana koperasi dan UMKM bisa berdaya saing, khususnya di Jawa Barat termasuk di nasional dan mungkin di skala internasional," katanya.

Karena itu, konsep ABGCM (Academics, Bussines, Government, Community, Media) menjadi yang utama akan diaplikasikan di OPD-nya. Mengingat, tantangan yang harus dihadapi Kusmana cukup berat.

"Jadi itu harapan kami ke depan. Berkaitan dengan saya ditugaskan, memang cukup berat dengan kondisi saat ini. Jadi insya allah atas dukungan semua pihak, tingkat akademisi, termasuk media dapat mewujudkan itu," paparnya.

Berbagai program akan digagas pihaknya, guna menyeimbangkan dengan visi misi dari Gubernur Ridwan Kamil, di mana ingin menjadikan Jabar Juara.

Bulan Maret ini, Kusmayana pun akan melakukan akselerasi mulai bulan Maret ini setelah masa transisi. Salah satunya, dalam mewujudkan program One Product One Pesantren (OPOP) yang digagas gubernur. 

"Untuk sosialisasi rapat-rapat kita sudah mulai, untuk mengimplementasikan program-program yang akan kita lakukan untuk tahun ini," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya pun akan menindaklanjuti beberapa program di masa kepemimpinan Kadis sebelumnya. Misalnya, meningkat kemandirian ekonomi masyarakat lewat program UMKM Naik Kelas. 

"Kita akan mulai bulan April ini kita, akan coba nanti didampingi, dilatih di bimtek sesuai dengan substansinya. Targetnya 2.500 UMKM di Jabar ini naik kelas," katanya.

Selain itu, Kusmana pun menghaturkan terima ksaih kepada Pemerintah Provinsi Jabar yang memperhatikan betul dinas yang dipimpinnya. Hal tersebut tampak dari kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa pada acara Pisah Sambut Kadis KUK Jabar ini.

Selain itu, turut hadir pula Ketua Dekranasda Jabar sekaligus Ketua Penggerak PKK Jabar Atalia Praratya yang notabene istri dari Gubernur Ridwan Kamil. "Ini membuktikan bahwa pemerintah peduli pada koperasi dan UKM," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya menginginkan Koperasi maupun UKM ini bisa bersinergi dengan hadirnya berbagai pembangunan infrastruktur yang sedang diwujudkan Pemprov Jabar.

"Berkolaborasi dengan infrastruktur yang sedang dibangun dan penyiapannya, baik itu perorangan, kelembagaan, usaha kecil, dan lainnya," ujar Iwa.

Kondusifitas di intern Dinas KUK pun harus dijaga dengan sebaik mungkin, tanpa ada persaingan yang bisa memunculkan dampak negatif. Karena itu, konsolidasi menjadi hal yang sangat penting.

"Harus disiapkan konsolidasinya, dilakukan di internal baik itu di kelembagaan maupun maintanece dasar," katanya.

Hal lainnya, Iwa sampaikan, perencanaan yang mendetail harus segera dibuat, agar tupoksinya dari masing-masing pihak benar-benar terarah. Setelah itu, lalu melakukan evaluasi.

"Insya allah kalau seperi itu ujungnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, indikatornya menekan kemiskinan dan angka pengangguran," katanya.

Iwa yang merupakan Ketua Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KKPS) Jawa Barat ini pun memastikan, bahwa koperasi akan menjawab persoalan masyarakat. Bahkan, dia sampaikan, dalam waktu singkat KKPS Jabar pun mampu memiliki saham di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. 

"Saya juga mencanangkan koperasi bobotoh. Yang bikin saya takjub, bobotoh dari semua elemen baik itu Viking dan Bomber juga yang lainnya bisa bersatu di koperasi ini," pungkasnya.

Rianto Nurdiansyah / sur

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Maret 2019 | 16:55 WIB

    Pemkot Tata Ulang PKL di Monumen Perjuangan

  • Senin, 18 Maret 2019 | 15:47 WIB

    Aksi Solidaritas di Kota Bandung untuk Selandia Baru

  • Senin, 18 Maret 2019 | 03:16 WIB

    Duta Genre Harus jadi Teladan