Antisipasi Teror, Polri Gerakan Seluruh Polda

Antisipasi Teror, Polri Gerakan Seluruh Polda

Minggu, 17 Maret 2019 | 18:45 WIB
Pascaaksi teror di Selandia Baru, Kepolisian Republik Indonesia melakukan pencegahan dini. . Antara Foto
INILAH, Jakarta- Pascaaksi teror di Selandia Baru, Kepolisian Republik Indonesia melakukan pencegahan dini. Seluruh Polda-polda di Indonesia diminta menyiapkan antisipasi dan identifikasi kewilayahan.

"Seluruh polda sudah melakukan secara proaktif secara standar operasional. Berupa apa? Berupa cegah dini mengajak seluruh masyarakat di titik ujung RT/RW, untuk bersama meningkatkan pengamanan. Ingat bahwa deteksi itu adalah hal yang paling pokok," ucap Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal kepada wartawan di Plaza Timur Senayan, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Dengan pelibatan masyarakat, Iqbal yakin mampu menutup celah jaringan teroris di Indonesia. Polisi akan proaktif mengajak masyarakat mencegah aksi terorisme.

"Ingat bahwa deteksi itu adalah hal yang paling pokok. Ketika kita mendeteksi melibatkan seluruh masyarakat, insyaallah tertutup celahnya. Depan, kiri, belakang, dan tetangga, dan lain-lain harus menyapa. Jadi, masyarakat adalah kekuatan yang luar biasa untuk Polri, keamanan ketertiban masyarakat, proaktif polisi itu," ucap Iqbal.

Polri pun tidak ingin ada aksi terorisme di Indonesia menjelang pemilihan umum (pemilu). Maka, Densus 88 terus bekerja agar Pemilu 2019 tetap aman.

"Teman-teman dari Densus melakukan juga. Prinsipnya tidak ada celah, mereka maksimal, tidak ada kejadian Selandia Baru saja maksimal apalagi ini menjelang hari H pemilu. Jangan sampai ada kelompok-kelompok yang ingin menggagalkan pemilu dengan modus menakut-nakuti itu timbul. TNI d dianggap telah teruji untuk antisipasi teror di Indonesia.

"Sel-sel tidur kita cek. Densus 88 sudah berpengalaman mereka sudah tahu jaringan yang bangkit dan lain-lain. Itu kami lakukan bersama sama dengan
BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Seluruh stakeholder bergerak, untuk mengantisipasi kejadian Selandia Baru, kejadian juga yang debat kemarin (ledakan petasan), sampai kapan pun," kata Iqbal. (inilah.com)


Inilah koran / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 25 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Mendikbud: UNBK Hilangkan 99 Persen Kecurangan

  • Senin, 25 Maret 2019 | 14:23 WIB

    Ternyata Benar, Jokdri Bisa Jadi Tersangka Match Fixing

  • Senin, 25 Maret 2019 | 13:40 WIB

    Aliran Dana ke Rekening Joko Driyono Diperiksa

  • Senin, 25 Maret 2019 | 13:01 WIB

    Rommy Bohong? Kiai Asep Pun Bantah Beri Rekomendasi

  • Senin, 25 Maret 2019 | 11:25 WIB

    Topan Idai, Lebih 400 Orang Tewas