BBWSCC Sarankan Pemkot Bogot Matangkan Penataan Ciliwung

BBWSCC Sarankan Pemkot Bogot Matangkan Penataan Ciliwung

Minggu, 17 Maret 2019 | 23:00 WIB
Pemkot Bogor didesak lebih mematangkan penataan. INILAH/Rizki Mauludi
INILAH, Bogor – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyarankan Pemkot Bogor lebih mematangkan agar penataan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan. 

Tak hanya itu, untuk konsep seperti wisata air di Sungai Ciliwung, BBWSCC sulit mengeluarkan rekomendasi dikarenakan karakter yang unik dari Sungai Ciliwung.

Kepala BBWSCC Bambang Hidayah mengatakan, kalau mengenai wisata air itu harus dikelola, ada perlu dana pengelolaan tiap tahun. Ada anggaran yang harus dialokasikan untuk pengelolaanya. Karena itu, dirinya menyarankan agar Pemkot Bogor membuat MoU dengan pihaknya.

“Tetapi kami juga tidak mempermasalahkan desain dan rencana Pemkot Bogor untuk menaturalisasi Ciliwung dan membuat jogging track di Ciliwung. Kalau saya melihat dari desainnya, bukan masalah layak tidak layak. Saya hanya memandang dari desainnya memang bagus karena untuk wisata air dan naturalisasi Ciliwung di Kota Bogor itu bagus. Kalau masalah benar nggak desainnya, kami belum meninjau,” ungkap Bambang, Minggu (17/3).

Bambang melanjutkan, melihat desainnya, pihaknya menilai perlu ditata dan dirancang masalah dari aspek hukum selain masalah sosial teknis. Yang jelas, BBWSCC tidak bisa membantu untuk mengeluarkan atau mengalokasikan dana untuk pengelolaannya.

“Karena ini masalah dana pengelolaannya. Kalau soal dana kami tidak bisa mengeluarkan. Ya kami tidak bisa mengalokasikan dana kalau asetnya bukan aset kami,” tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, BBWSCC ini memiliki otoritas pembangunan di sepadan sungai. Pemkot Bogor meminta arahan mana yang boleh dan mana yang tidak. Dibahas juga saat pertemuan Jumat (15/3) sore hingga malam, pertimbangan keselamatan dan pertimbangan penghijauan.

“Kami akan buat MoU dan diatur dalam MoU konsultasi teknis. Jadi semua perencanaan itu sesuai aturan. Jangan sampai kami membangun ternyata daerah itu tidak boleh dibangun,” ungkapnya.

Bima melanjutkan, karena pembangunan akan segera dimulai, jadi konsultasinya dilakukan singkat. Dana bantuan sudah diturun dan harus segera dikerjakan. Kota Bogor butuh banyak pembangunan untuk naturalisasi Ciliwung.

“Ada titik di Sempur, Kedung Badak dan Kampung Bebek yang harus segera dibangun turap tapi kami tidak memiliki kewenangan. Kami meminta komitmen BBWSCC,” pungkasnya. 

Rizki Mauludi / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 14:30 WIB

    Ade Yasin Ajak Orang Tua Mulai Periksa HP Anak

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 13:50 WIB

    Duel Gladiator Berawal dari Ejekan Banci

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 08:30 WIB

    Setitik Harapan untuk Jalan R3

  • Senin, 18 Maret 2019 | 20:10 WIB

    Lagi Tren Duel Gladiator, Ini Kata Legislator

  • Senin, 18 Maret 2019 | 19:50 WIB

    Bawaslu Kota Bogor Tertibkan Pelanggaran APK

  • Senin, 18 Maret 2019 | 16:40 WIB

    Bima Arya Akan Rombak Total Pejabat Pemkot