Kemenpar Bidik 2,9 Juta Turis Malaysia

Kemenpar Bidik 2,9 Juta Turis Malaysia

Minggu, 17 Maret 2019 | 21:00 WIB
ilustrasi. ANTARA FOTO
INILAH, Bandung - Malaysia menjadi pasar potensial bagi dunia pariwisata Tanah Air. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2018 lalu angka kunjungan wisatawan mancanegara asal negeri jiran itu menduduki peringkat teratas. Total mencapai 2,5 juta turis.

Berdasarkan data tersebut, kini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik Malaysia kembali menjadi kontributor utama sektor pariwisata.

“Malaysia sebagai salah satu pasar utama wisman diharapkan dapat menyumbang 2,9 juta orang pada 2019. Secara umum, untuk wisatawan mancanegara itu Kemenpar menargetkan sebanyak 20 juta orang wisman,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung dikutip Antara, Minggu (17/3/2019).

Untuk itu, pihaknya gencar melakukan promosi untuk menggaet lebih banyak turis Malaysia. Pada 18-19 Maret ini, Kemenpar mendukung kegiatan Indonesia Archipelago Exhibition (Archex). Pameran pariwisata itu rencananya digelar di Aula Hasanuddin Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. 

Menurutnya, ekspo kali ini mengangkat tema “Promosi Pariwisata Banyuwangi dan Jawa Timur serta Pendidikan.” Sesuai tema yang diusung peserta kegiatan tersebut yaitu travel agents dan tour operators khususnya dari Jawa Timur terutama Banyuwangi dan Surabaya. Plus, kampus di Indonesia yang memiliki program pendidikan untuk mahasiswa asing.

“Kegiatan Archex ini dilaksanakan dalam rangka menggencarkan promosi pariwisata dengan menyasar wisatawan mancanegara dari pasar Malaysia,” tambahnya.

Adella menyebutkan, Malaysia merupakan salah satu fokus pasar wisman di unit kerja Regional II selain Brunei, Serawak dan Kuching. Wilayah tersebut lazim dikenal dengan sebutan dengan cross border.

“Dengan pencapaian kunjungan wisman Malaysia saat ini, masih beberapa bulan lagi agar target kunjungan wisman tercapai,” ujarnya.

Dia menuturkan, Kemenpar kini menggencarkan program promosi. Mulai dari sales mission, pameran, hingga familirization trip program. Program tersebut dilakukan dengan melibatkan industri pariwisata dari kedua negara guna mendukung penjualan paket-paket tour destinasi unggulan.

“Kemenpar berkoordinasi dengan KBRI di Kuala Lumpur untuk mengundang travel agent dan tour operator di Filipina dengan harapan kegiatan business to consumer atau B2C tersebut menyasar tepat khususnya pada industi parwisata yang menjual paket-paket tour ke Indonesia,” ucapnya.

Keikutsertaan industri pariwisata asal Jawa Timur terutama Banyuwangi dan Surabaya itu diakuinya guna mendorong penerbangan langsung Citilink dari Kuala Lumpur ke Banyuwangi yang berjalan sejak 2018.Kegiatan B2C ini merupakan salah satu upaya untuk melanjutkan program promosi Kemenpar yang sebelumnya berfokus pada branding dan advertising.

Strategi pemasaran yang gencar dilakukan terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada pameran pariwisata internasional, familirization dan sales mission untuk mempromosikan tagline Wonderful Indonesia. 

“Kegiatan ini menjadi penting, mengingat Indonesia dan Malaysia merupakan kedua negara yang memiliki kedekatan baik secara geografis maupun hubungan internasional,” tambahnya.
Selain promosi dan pemasaran destinasi wisata, konektivitas juga merupakan hal penting. Sebab, akses tersebut mempermudah wisman Malaysia berkunjung ke Indonesia.

“Saat ini maskapai Citilink telah terbang dari Kuala Lumpur ke Jakarta dan Kuala Lumpur ke Banyuwangi. Survei pasar menunjukkan, minat wisman asal Malaysia tertarik berkunjung ke Indonesia untuk menikmati wisata belanja dan kuliner,” ucap Adella.

Dari informasi yang dihimpun, sepanjang 2018 lalu wisatawan asal Malaysia tercatat sebagai turis mancanegara paling banyak berkunjung ke Indonesia. Dengan jumlah mencapai 2,5 juta kunjungan itu menyumbang sebesar 15,83%. 

Bahkan, jumlah tersebut mengalahkan wisatawan asal Cina yang merajai kunjungan ke Indonesia pada 2017. Tercatat, pada 2018 itu peringkatnya berada di posisi kedua dengan kontribusi 13,52% atau sebanyak 2,14 juta wisatawan.

Antara / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 25 Maret 2019 | 21:30 WIB

    KPwBI Jabar Dorong Elektronifikasi Sistem Pembayaran

  • Senin, 25 Maret 2019 | 20:30 WIB

    Ekspor Sepeda Motor Honda Melonjak 122 Persen

  • Senin, 25 Maret 2019 | 16:20 WIB

    Laba PT Astra Agro Turun Jadi Rp1,5 Triliun

  • Minggu, 24 Maret 2019 | 19:15 WIB

    Lion Air Pensiunkan Boeing 747-400

  • Minggu, 24 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Asus Bidik 20 Persen Pangsa Pasar Ponsel Gaming

  • Minggu, 24 Maret 2019 | 16:20 WIB

    SGM Eksplor Dukung Nutrisi 33 Ribu Anak Generasi Maju

  • Minggu, 24 Maret 2019 | 15:14 WIB

    Miss Mondial Bidik Pasar Milenial Bandung