Pemprov Jabar Ancang-ancang Tradisi Mudik Lebaran

Pemprov Jabar Ancang-ancang Tradisi Mudik Lebaran
Pemprov telah menyiapkan antisipasi tradisi mudik lebaran, sekitar dua bulan ke depan.
INILAH, Bandung- Pemprov telah menyiapkan antisipasi tradisi mudik lebaran, sekitar dua bulan ke depan.
 
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Hery Antasari menyampaikan, pihaknya akan menyiapkan 100 armada bis dan satu rangkaian kereta api gratis untuk memfasilitasi masyarakat. Adapun 100 bis itu terbagi 90 bis dari pemprov dan 10 bis dari Jasa Raharja.
 
"Satu rangkaian kereta api kapasitas totalnya kurang lebih 4700 tempat duduk untuk tahun ini," ujar Herry di Kantor Dinas Perhubungan, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (20/3/2019).
 
Tambah dia, kemudahan yang diberikan kepada masyarakat di 2019 ini berbeda dengan tahun lalu. Di mana kala itu tidak menyediakan kereta api untuk mengantar para pemudik ke tempat tujuan.
 
"Tapi karena kita merespon dinamika dan aspirasi pada tahun lalu sehingga kita menyediakan satu rangkaian kereta api," katanya.
 
Untuk moda transportasi bis, dia paparkan, akan diberangkatkan pada empat titik, yaitu Bandung, Bekasi, Sukabumi dan Bogor. Dengan
rincian dari Bandung 25 bus, Sukabumi 15 bus, Bekasi 40 bus dan Bogor 10 bus.  "Untuk kereta api ke Surabaya, untuk bis ke Solo dan
ke Jogja," imbuhnya.
 
Dia sampaikan, sebetulnya banyak pula aspirasi dari masyarakat yang mengingikan transportasi gratis ini diberikan pula untuk arus balik. Untuk hal itu, pihaknya sedang mempelajari dan mencermati bilamana harus menyediakan program pulang bareng.
 
"Karena agak berbeda karakternya, kalau perginya kan hampir bersamaan, kalau pulangnya berbeda beda. Ini harus ada koordinasi yang lebih," katanya.
 
Dia sampaikan, untuk mengikuti program mudik gratis ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Yaitu, dengan menujukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
 
"Dan juga STNK kalau ingin membawa motor.  karena kita juga menyediakan motor kurang lebih kapasitasnya untuk 200 untuk motor yang bisa diangkut sama truk yang kita siapkan," paparnya.
 
Masyarakat sendiri sudah dapat mendaftar program bernama Mudik Gratis Pemprov Jabar SELAMANYA (Selamat, Aman, dan Nyaman) tersebut di Kantor Dishub Jabar, Jalan Sukabumi, kota Bandung sejak Rabu (20/3). Masa pendaftaran akan ditutup pada 20 Mei
mendatang.
 
Untuk moda bis besar tujuan Solo dan Yogyakarta (via utara & selatan) pemberangkatan akan dilangsungkan pada Sabtu 1 Juni 2019 nanti. Sedangkan untuk Moda Kereta Api, akan menggunakan Kereta Mutiara Selatan dari Stasiun Bandung — Stasiun Gubeng Surabaya, pemberangkatan Minggu, 2 Juni 2019.
 
"Tujuan dari program ini juga untuk mengurangi kendaraan dan juga meningkatkan tingkat keselamatan juga tercapai," katanya.
 
Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau setiap perusahaan agar menyediakan layanan mudik gratis kepada karyawan. Khususnya, kepada perusahaan memiliki pegawai banyak.
 
Hal tersebut dilakukan guna mengatasi membludaknya volume kendaraan dan kecelakaan di jalan raya. 
 
"Saya imbau kalau bisa jangan naik motor ya kalau yang punya pegawai banyak  saya himbau perusahaan perusahaanya  mengkoordinasikan untuk memberikan hadiah kemudahan mudik bareng ke zona-zona," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (20/3/2019).
 
Menurut dia, setiap oramg selalu antusias dengan sesuatu yang gratis. Karena itu, pihaknya akan mengupayakan memfasilitasi masyarakat tanpa harus memungut biaya. Setidaknya, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pihaknya dalam memberikan kenyamanan.
 
"Memfasilitasi kenyamanan warga kita banyakin.  Bisa dengan koneksi instansi banyak juga yang mudik gratis melalui swasta tapi dikelola manajemen koordinasinya oleh kita," katanya.
 
Menurut Emil, arus mudik di tahun ini akan lebih terkendali dengan adanya jalan tol ke Jawa Utara. Dengan sarana itu, para pemudik pun bisa lebih cepat sampai ke tempat tujuan.
 
"Feeling saya dengan tol Utara itu harusnya jauh lebih cepatnya jadi tahun ini makin membaik," pungkasnya.