Dede Yusuf Menilai Bantuan Korban Bencana Sentani Kecil

Dede Yusuf Menilai Bantuan Korban Bencana Sentani Kecil
INILAH, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengucurkan dana bantuan bencana banjir bandang di Sentani Jayapura senilai Rp1 miliar.
 
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menilai, dana bantuan untuk Sentani itu lebih kecil dibandingkan dana Apel Kebangsaan yang digelar Pemprov Jawa Tengah yang mencapai Rp18 miliar, beberapa waktu lalu. 
 
"Saya kebetulan kemarin baru bersama Kepala BNPB Doni Munardo. Beliau baru saja persentasi juga di IPB (Institut Pertanian Bogor). Saya hadir, penanganan bencana di Sentani sudah cukup maksimal," kata Dede saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (20/3/2019).
 
Politisi dari Partai Demokrat itu mengatakan, curah hujan menjadi faktor penyebab kejadian bencana alam ini. Ada beberapa bagian di celah-celah bukit itu air tertahan.
 
"Salah satu faktor penyebabnya, selain terjadi penahanan air karea catchment area ternyata di wilayah Papua (hutan) sudah habis juga. Termasuk disini juga di Gunung Wayang di Pangalengan (Kabupaten Bandung) habis juga," ujarnya.
 
Menurut Dede, penanganan bencana banjir bandang di Sentani Jayapura sedang berjalan, baik dari pemerintah pusat dan daerahnya sudah berjalan. Dilihat secara maksimal dalam tanggap darurat ini masih berjalan.
 
"Perbekalan sudah dikirim semua, bala bantuan dari Kementerian Kesehatan juga sudah dikirim. Kendala-kendala masih banyak daerah banjir dan tergenang, sehingga untuk menembus ke daerah tersebut dibutuhkan peralatan yang khusus," katanya.
 
Dede Yusuf juga menanggapi pernyataan dari aktivis kemanusiaan Natalius Pigai. Menurutnya, soal besaran dana pihaknya belum melakukan kroscek. 
 
"Biasanya, bantuan yang disebut tanggap bencana ini cas awal mungkin Rp1 miliar. Tapi, bantuan obat-obatan, logostik, tentara semua bergerak. Karena pada saat tanggap bencana, itu enggak bisa uang jor-joran," ujarnya.
 
"Saya tidak ingin mengatakan itu, tapi dari sisi DPR kita melihatnya itu penanganan sedang berjalan. Tapi, Rp18 miliar itu memang berlebihan, iya. Kalau yang ini secara mekanisme aturan yang berjalan harus seperti itu," katanya.
 
Dede berujar, sisi bantuan keuangan ada perhitungan dulu. Terpenting, saat ini yang harus dilakukan obat-obatan masuk, penanganan korban masuk dan warga yang rumahnya kebanjiran bisa ditampung dulu di pengungsian.
 
"Saya tidak tahu kenapa cuma Rp1 miliar yang diumumkan. Bisa saja lebih, tetapi saat ini apple to apple-nya dibandingkan dengan sebuah event. Kalau menurut hemat saya event ini memang kemahalan, ini kemurahan, mungkin belum turun, bertahap," kata Dede.