Jabar Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Peduli Perlindungan Konsumen

Jabar Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Peduli Perlindungan Konsumen
INILAH, Bandung - Pemprov Jabar menyabet penghargaan sebagai "Provinsi Terbaik Peduli Perlindungan Konsumen". Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Perdagangan sebagai apresiasi atas hasil yang dicapai Pemprov Jabar dalam melayani serta memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen.
 
Penghargaan yang diserahkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita itu diterima langsung Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada puncak Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2019 di Gedung Sate, Rabu (20/03/2019).
 
"Provinsi Jawa Barat telah 10 kali. Terakhir kali, penghargaan sebagai Provinsi Terbaik untuk Peduli Konsumen itu diraih pada 2018 kemarin," kata Ridwan Kamil.
 
Pria yang akrab disapa Emil itu menyebutkan, kesuksesan Jabar ini diikuti lima provinsi lainnya. Yakni, Papua Barat, Aceh, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
 
Dia menyebutkan, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap tertib niaga serta barang dan jasa beredar. Pemprov Jabar juga akan mengoptimalkan upaya pemberdayaan konsumen. Seiring kemajuan digital dan meningkatnya layanan transaksi melalui e-commerce, maka sasaran yang saat ini ingin dicapai yaitu terbangunnya perlindungan konsumen online.
 
"Untuk online, perlindungan konsumennya masih kurang. Meningkatnya jual beli online itu harus diiringi perlindungan konsumen juga," ucapnya. 
 
Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengharapkan gelaran Harkonas 2019 itu mendidik produsen agar bertanggung jawab.
 
"Tidak hanya kualitas barang atau layanan, tapi juga pada takaran. Mungkin ibu-ibu di pasar suka bertanya pada hati, apalah timbangan daging, cabai, bawang ayam sudah sesuai. Disinilah peran kita sebagai pemerintah, memperkuat konsumen, guna memperbaiki kualitas produk yang berkelanjutan," katanya.
 
Enggartiasto menyebutkan, sejumlah target perlindungan konsumen saat ini yakni meningkatkan kesadaran masyarakat menjadi konsumen berdaya. Selain itu, sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat  mulai dari tingkat SD hingga universitas. Sebagai konsumen, mereka dilindungi hukum untuk mendapat produk yang berkualitas. 
 
"Kita harus terus melaksanakan perlindungan konsumen untuk pemenuhan pengukuran yang tepat hingga memastikan tertib niaga. Di samping menumbuhkan kecerdasan, dan kejujuran atas prodak yang dibeli, juga menghadirkan konsumen yang mencintai produk- produk dalam negeri dan hasil karya anak bangsa," ujarnya.