Mengenal Penyakit TBC dan Cara Mengatasinya

Mengenal Penyakit TBC dan Cara Mengatasinya
ilustrasi
INILAH,Bandung- Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mencatat pada 2018 lalu, terdapat 6.696 orang warga penderita penyakit Tuberkulosis (TBC).
 
TBC merupakan infeksi, yang disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk.
 
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, Grace Mediana, TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TBC aktif yang batuk. Air ludah penderita terhirup oleh orang yang kekebalan tubuhnya lemah.
 
“Faktor lingkungan menentukan penularan seperti kepadatan penduduk tinggi sehingga udara lembab dan pencahayaan matahari minim, serta rumah minim ventilasi,” kata Grace, Jumat (22/3/2019).
 
Menurut Grace, pihaknya terus menyosialisasikan penyakit TB ke warga. Banyak penderita yang pengobatannya tidak maksimal karena kurang disiplin. Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala tuberkulosis.
 
“Jaga terus kebersihan lingkungan, lakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Perilaku Hidup Sehat (PHBS). Agat terhindar dari segala peyakit, termasuk TBC,”ujarnya.
 
Karena, lanjut Grace, sebagai penyakit yang cukup mematikan TBC ini bisa dicegah dengan Germas dan PHBS. Kedua langkah tersebut merupakan langkah preventif menanggangi TBC di masyarakat.
 
“Germas dan PHBS bisa menjadi solusi untuk mencegah meluasnya TBC. Apalagi menurut data Dinkes, tahun 2018 tercatat ada 6.696 orang yang mengidap TB. Ini harus segera diwaspadai, tentunya melalui berbagai kegiatan preventif dan promotif. Jadi ayo cegah TBC dengan Germas,” ujarnya.
 
Grace melanjutkan, program penanganan TBC harus dilakukan oleh semua kalangan. Peran masyarakat, industri, dan pemerintah sangat penting untuk bersinergi dalam menanggulangi TBC.
 
 “TBC ini cukup berbahaya, satu orang penderita bisa menularkan ke 10 orang. Bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani serius. Karena itu, sangat penting keterlibatan semua kalangan untuk menangani serangan TBC,” ujarnya.
 
Menurut Grace, di Kabupaten Bandung saat ini terdapat 4.288 posyandu. Diharapkan para kader Posyandu memahami informasi ini dan menyampaikannya kepada setiap keluarga di Kabupaten Bandung. Para kader ini bisa menjadi ujung tombak penyampai informasi bagi setiap keluarga.