Peringatan Bandung Lautan Api, Pemuda Mengecat Makam Pahlawan

Peringatan Bandung Lautan Api, Pemuda Mengecat Makam Pahlawan
INILAH, Bandung - Peristiwa Bandung Lautan Api setiap tahun selalu diperingati dengan Pawai Obor, namun beberapa pemuda memperingatinya dengan cara berbeda, mereka mengecat makam pahlawan yang gugur pada peristiwa tersebut.
 
Mereka yang berasal dari Sakola Ra'jat (SR) Iboe Inggit Garnasih, mengecat makam pahlawan tak dikenal dalam peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946 di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Sabtu (23/3/2019).
 
Penggagas kegiatan Gatot Gunawan sekaligus pendiri SR Iboe Inggit Garnasih mengatakan mengecat makam ini didasari atas keprihatinan melihat kondisi makam yang kurang terawat.
 
"Kegiatan kita untuk peringatan Bandung Lautan Api ada dua pada tahun ini, yang utamanya sebenarnya akan diadakan renungan pada malam hari, dan karena melihat kondisi makam, kita sekalian mengecat juga," katanya.
 
Dia menambahkan, pada hari ini hanya mengecat makam pahlawan yang gugur pada peristiwa Bandung Lautan Api 1946, yang diketahui ada delapan makam.
 
"Kita liat yang nisannya gugur 1946, serta tidak dikenal, kemungkinan saat jenazahnya ditemukan pada peristiwa itu, tidak ada identitasnya," ucapnya.
 
Gatot menambahkan untuk pengecatan makam di Taman Makam Pahlawan Cikutra merupakan yang pertama kali, sebelumnya SR Iboe Inggit Garnasih pernah mengecat makam Wolff Shoemaker, Guru presiden RI pertama Ir Soekarno.
 
"Untuk perawatan makam guru Bung Karno tersebut kita lakukan rutin, kebetulan hari lahirnya bertepatan dengan Hari Anak Nasional, jadi mengenalkan juga ke anak-anak tentang sejarah, apalagi jasanya juga banyak," katanya.
 
Selain itu, dia mengatakan dengan kegiatan ini bisa mengajarkan kepekaan ke anak-anak, karena fokus SR Iboe Inggit Garnasih adalah anak-anak.
 
"Kegiatan ini bisa mengajarkan kepekaan ke anak-anak tentang pejuang yang telah gugur, yang telah membela bangsa, namun kodisinya seperti ini, tidak hanya ziarah saja, hanya datang, tapi bisa juga membersihkan makam kurang terawat," pungkasnya.