Unik Bikin Merinding, Pameran Ini Pajang Pakaian Para Korban Kekerasan

Unik Bikin Merinding, Pameran Ini Pajang Pakaian Para Korban Kekerasan
Pakaian para korban kekerasan yang di pajang dalam sebuah pameran di Bandung
INILAH, Bandung - Women March Bandung menggelar pameran yang mengisahkan kekerasan seksual dengan memajang baju dan instalasi beserta narasi kejadian dari para korban yang bertahan hidup.
 
Di ruang pameran, yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, dipajang baju dan narasi yang menceritakan kejadian yang dialami. Selain itu di tengah ruangan dipajang instalasi seperti pil KB, alat kontrasepsi, dan sepatu yang ditempel cermin.
 
Nurul Fasivica, Project Officer Women March Bandung mengatakan barang-barang yang dipajang merupakan sumbangan dari para penyintas yang pernah merasakan kekerasan atau pelecehan seksual.
 
"Sebelumnya kita nyebar permohonan, siapapun yang pernah merasakan kekerasan seksual, bisa menyumbang baju dan narasi ketika kejadian, atau bajunya diilustrasikan saja," katanya saat ditemui di tempat pameran, Sabtu (23/3/2019).
 
Dia mengatakan tidak semua baju merupakan baju asli yang dipakai saat kejadin, karena beberapa ada yang langsung dibuang atau menjadi barang bukti di Kepolisian.
 
"Kebanyakan merupakan baju yang asli, tapi ada beberapa yang persis atau diilustrasikan saja, kita dapat barang-barang tersebut dari komunitas-komunitas yang menyebarkan informasi tentang ini," ucapnya.
 
Selain baju, Nurul menjelaskan instalasi di ruang tengah pameran menceritakan kisah-kisah dari para pendamping Women March Bandung yang mendampingi para penyintas.
 
"Di bagian tengah kita menceritakan kisah, seperti pemaksaan minum pil KB, pemaksaan penggunaan alat kontrasepsi dengan plastik kresek, itu merupakan kekerasan seksual, termasuk anak sekolah yang memasang cermin pada sepatunya," katanya.
 
Dengan pameran yang akan berlangsung sampai 24 Maret 2019 ini, Nurul berharap apa yang dianggap tabu, bisa dinormalisasi, agar masyarakat mengerti hal-hal tentang kekerasan seksual itu nyata terjadi.
 
"Kita berusaha menormalisasi apa yang dianggap tabu, ayo kita buka sama-sama, suatu kekerasan seksual, pelecehan seksual itu terjadi nyata di masyarakat," ujarnya.
 
Sementara itu, dalam ruang pameran juga terdapat ucapan-ucapan dari pengunjung pameran sebagai semangat kepada para penyintas.
 
"Pengunjung juga bisa menempelkan kata-kata yang ditulis di kertas lalu ditempel ke tempat yang disediakan, untuk memberi semangat kepada para penyintas," Ucap Nurul.