KPU Purwakarta Minta PPS 'Cerewet' Edukasi Warga Soal Pencoblosan

KPU Purwakarta Minta PPS 'Cerewet' Edukasi Warga Soal Pencoblosan
INILAH, Purwakarta - KPU Purwakarta meminta Panitia Pemungutan Suara (PPS) di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) untuk lebih 'cerewet'. Ketua KPU Purwakarta Ahmad Ikhsan Faturahman mengharapkan, mereka terus mengingatkan warga terkait tata cara pencoblosan. 
 
Intruksi tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, saat pihaknya menggelar simulasi pencoblosan pada pekan kemarin diketahui masih banyak warga yang tidak memahami cara pemungutan suara. 
 
"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kami, di sisa waktu pra-Pemilu 17 April mendatang. Makanya, saya minta PPS harus 'cerewet' lagi," kata Ahmad, Selasa (26/3/2019).
 
Dia menjelaskan, dalam simulasi kemarin pihaknya mengikutsertakan 198 pemilih. Hasilnya, masih terdapat 38 surat suara tidak sah. Artinya, pihaknya harus kembali melakukan upaya untuk mengedukasi masyarakat soal tata cara pencoblosan. 
 
"Kami minta PPS menyontohkan tata cara pencoblosan yang benar kepada warga, setiap 10 menit sekali," jelasnya. 
 
Hal itu dilakukan, karena pihaknya menilai bahwa sudah tidak lagi cukup waktu untuk jajarannya melakukan sosialisasi soal tata cara mencoblos ke masyarakat. Apalagi, waktunya kurang dari satu bulan lagi menuju Pileg dan Pilpres.
 
Ahmad menuturkan, hal ini menjadi catatan bagi jajarannya. Hal ini pun telah dibahas dan dievaluasi langsung bersama Bawaslu setempat. 
 
Tidak hanya surat suara yang tidak sah, Ahmad mengaku, sekitar 80 persen pemilih pada simulasi tersebut mencoblos di bagian partai politik.
 
Bahkan, para pemilih di TPS 13 yang menggelar simulasi itu mencoblos pada lambang partai yang berada di jajaran atas surat suara.
 
"Kebanyakan, yang dicoblos itu partainya bukan gambar orangnya," pungkasnya.