Kredit Mesra Naik Kelas, Bakal Dimanfaatkan Secara Nasional

Kredit Mesra Naik Kelas, Bakal Dimanfaatkan Secara Nasional
INILAH, Bandung – Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil mengadopsi sejumlah program yang digagasnya selama menjadi Wali Kota Bandung. Salah satunya Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Kini program tersebut akan naik kelas untuk diaplikasikan pada setiap masjid se-Indonesia. 
 
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin usai Pelantikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pimpinan Wilayah Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/3/2019).
 
"Saya rasa itu program yang sangat baik dan kita mau adopsi. Kita mau jadikan pilot projek untuk seluruh Indonesia," ujar Syafruddin.
 
Sementara itu, Gubenur Jabar Ridwan Kamil mengaku senang salah satu gagasannya tersebut akan diterapkan dengan skala yang lebih luas. Diketahui, program ini digagas guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat, khususnya dalam mengakses permodalan melalui rumah ibadah.
 
"Karena dianggap memudahkan maka Insya Allah keberhasilannya akan dicopy oleh beliau di seluruh masjid se-Indonesia. Saya mah ikut senang saja. Makin banyak makin bagus," ujar Ridwan Kamil.
 
Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyampaikan, pada dasarnya masjid adalah instrumen peradaban yang multi dimensi. Di mana tidak hanya sebagai tempat ibadah namun menjadi sarana masyarakat untuk menjalankan aktivitas yang sesuai dengan syariat Islam.
 
"Juga tempat pengembangan peradaban sosial," katanya.
 
Menurut dia, keberadaan warga miskin masih cukup banyak, khususnya di Jawa Barat. Karena itu, pihaknya merasa perlu mendorong ukhuwah keumatan. Setidaknya dengan begitu, dapat mendongkrak masyarakat dalam melaksanakan zakat.
 
"Karena kalau semua membayar zakat tidak ada kemiskinan di negeri ini," katanya.
 
Emil sampaikan, pihaknya memang menantikan Pelantikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pimpinan Wilayah Jabar berlangsung untuk menggejot Kredit Mesra ini. Dengan adanya kepengurusan anyar, menurut dia akan lebih mengoptimalkan rapat kerja dan pelaksanaan program tersebut.
 
"Jadi dari dulu saya tunggu kepengurusan baru untuk memastikan gerakannya lebih masif," katanya.