Sampah dan Jaringan Kabel Sumbat Drainase Jalanan di Garut

Sampah dan Jaringan Kabel Sumbat Drainase Jalanan di Garut
INILAH, Garut - Saluran drainase di Jalan Merdeka, persis simpang pertigaan Jalan Bojong Anggrek, sangat sempit. Selain itu banyak sampah dan tumpukan jaringan kabel yang ditengarai menjadi penyebab penyumbatan aliran air. Alhasil banjir kerap menyergap ketika curah hujan cukup tinggi.
 
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut melakukan perbaikan dan pelebaran saluran drainase di Jalan Merdeka.
 
"Setelah dibongkar, ternyata ada penyempitan pada saluran yang melintasi badan jalan. Kita juga temukan banyak kabel perusahaan jaringan telekomunikasi seluler bertumpuk dengan pipa PDAM. Di sana juga ada tiang listrik. Makanya sampah tersangkut menumpuk sehingga menghambat aliran air," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut Uu Saepudin didampingi Kepala Seksi Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air Dinas PUPR Benny Nugraha kepada INILAH, Selasa (26/3/2019).
 
Menurut Benny, selain dilakukan pembersihan sampah serta pembenahan jaringan kabel yang amburadul, saluran drainase di Jalan Merdeka dekat simpang pertigaan Jalan Bojong Anggrek itu juga diperlebar. Tujuannya, drainase dapat berfungsi maksimal. 
 
Sayangnya, kata Benny, permukaan saluran drainase yang lebih tepatnya berupa kali itu pada ujung seberang timur badan jalan ditutup permanen oleh warga menggunakan beton. Hal ini rawan bermasalah. Kendati di sejumlah titik terdapat lubang pengontrolan.
 
Benny berharap perbaikan saluran drainase tersebut tidak akan mengakibatkan banjir di ruas Jalan Merdeka jika turun hujan lebat.
 
"Lebih penting lagi, masyarakat sadar akan pentingnya memelihara kondisi drainase sekaligus mencegah banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan. Mulai dari arah hulu hingga hilir," katanya.
 
Selain di kawasan Jalan Merdeka, sejumlah ruas jalan di sekitar areal Lapangan Sarana Olahraga Ciateul Jayaraga kerap mengalami banjir karena drainase tak berfungsi maksimal. Bahkan beberapa ruas jalan sama sekali belum dilengkapi drainase, salah satunya Jalan Bojong Anggrek.
 
Pada ruas jalan yang kerap terparkir kendaraan-kendaraan besar itu hanya ada satu saluran drainase pada sisi sebelah utara jalan. Itu pun seringkali tak berfungsi maksimal karena tersumbat tumpukan sampah.
 
Sedangkan pada sisi sebelah selatan jalan, sama sekali belum ada saluran drainase. Sehingga air berlimpah, terutama saat hujan deras, langsung meluber ke badan jalan. Aspal jalan pun rawan terkelupas.
 
Di sepanjang lokasi tersebut sempat dibuatkan saluran drainase. Namun karena dibangun tak permanen dan kerap menjadi tempat pembuangan sampah, saluran drainase tak bisa berfungsi maksimal. Bahkan kini keadaannya kembali tertutupi tanah.