• Kota Bandung Siap Terapkan Bantuan Pangan Non-Tunai

    Oleh : Yogo Triastopo20 Desember 2016 19:00
    •  Share
    INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap mendukung pelaksanaan program e-Voucher Bantuan Pangan Non-Tunai yang digulirkan pemerintah pusat mulai tahun 2017 mendatang.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung Elly Wasliah di Gedung Korpri Jalan Turangga Kota Bandung, Selasa (20/12/2016).

    Menurut ia, Kota Bandung menjadi salah satu dari 44 kabupaten/kota yang menjadi lokasi pilot project program e-Voucher. Kota Bandung, dianggap memiliki akses dan kapasitas bila dilihat dari kelengkapan infrastruktur.

    Program kerjasama pemerintah pusat dan perbankan ini, akan menyalurkan bantuan non tunai kepada 69 ribu masyarakat di Kota Bandung yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui BPS.

    "Penambahan jumlah dari 62 ribu menjadi 69 ribu berdasarkan kriteria berbeda. Tidak hanya yang miskin, yang rentan miskin pun di data. Makanya jumlahnya bertambah," kata Elly.

    Lanjut ia, masyarakat terpilih akan menerima kartu yang telah diisi dengan saldo senilai Rp110 ribu. Saldo, terisi secara otomatis disetiap bulan yang dapat ditukar di warung-warung yang telah ditunjuk perbankan.

    "Silahkan masyarakat memilih, asal beras dan telur. Untuk kualitas beras tidak dibatasi, mau Pandanwangi, Rojolele boleh-boleh saja sesuai selera," ucapnya.

    Namun begitu massa transisi sistem manual menuju e-Voucher bukan tanpa kendala. Pasalnya Pemkot Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung hingga saat ini belum menerima kartu e-Voucher.

    Sementara, untuk kota-kota lain yang tidak masuk dalam program e-Voucher (pilot project) dituturkan ia sudah dapat mengakses bantuan tersebut terhitung mulai Februari 2017.

    "Kewenangan mutlak kartu ini adalah Perbankan. Pemkot, baik kita (Distan KP) atau camat dan lurah tidak mempunyai kewenangan untuk menyerahkan kartu itu," ujar dia.

    Kendati demikian, Elly mengaku telah mensosialisasikan program e-Voucher kepada aparatur kewilayahan berikut dengan segala konsekwensinya. Pihaknya tetap akan mendukung program dari pemerintah pusat.

    "Kita sudah sepakat harus mendukung program ini, karena ini perintah langsung dari presiden," ucapnya.

    Menghadapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan tengah melaksanakan tindakan antisipasi. Salah satunya dengan memberikan pengarahan kepada aparatur kewilayahan.

    "Saya menyampaikan warning ini, agar aparat kewilayahan disampaikan juga kepada masyarakat, apabila memang kondisi ini tidak berlangsung mulus," kata Oded.

    Pihaknya mengaku sangat memahami dan memaklumi atas proses transisi yang sekarang ini tengah terjadi. Tetapi, pihaknya akan tetap menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. [jek]