• Yossi Irianto Minta Pelayanan Publik Terus Didorong

    Oleh : Admin Inilahkoran03 Januari 2017 22:36
    •  Share
    INILAH, Bandung,- Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto mengajak semua kalangan untuk terus meningkatkan kinerja, meningkatkan perekonomian dan tetap menjaga nilai-nilai kerukunan.

    Hal tersebut disampaikan Yossi saat memberikan arahan sekaligus motivasi kinerja kepada pegawai di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung, dalam rangka Ulang Tahun Ke-71, Hari Amal Bakti (HAB) di Kantor Kemenag, Selasa (3/1/12).

    Secara khusus, Yossi juga meminta tahun 2017 ini, Bagian Kesejahteraan Rakyat harus memperkuat pelayanan publik. Hal itu menurut Yossi penting dilakukan dalam langkah syiar islam serta mampu menyajikan konten pelayanan publik yang informatif, edukatif, dan inspiratif kepada masyarakat.

    "Tahun 2017 ini, pelayanan publik harus lebih ditingkatkan. Harus diupayakan bagaimana masyarakat agar lebih mudah mengakses pelayanan yang diberikan, seperti kantor penyuluhan, kantor pelayanan haji dan umroh,"ujar Yossi di sela arahannya.

    Yossi pun menekankan Pemkot akan terus berupaya untuk mendukung Kemenag Kota Bandung termasuk dalam hal pembangunan yang bersifat pelayanan publik. Hal ini tak lain sebagai bentuk dukungan agar pelayanan terhadap masyarakat bisa dioptimalkan dari berbagai aspek.

    Dalam kesempatan tersebut, Yossi juga menyampaikan lima poin rekomendasi hasil musyawarah kebangsaan. Menurutnya, poin-poin tersebut harus menjadi perhatian bersama karena di beberapa daerah menjadi permasalahan bangsa.

    Menurut Yossi, poin yang saat ini menjadi permasalahan bangsa adalah terkait pertama perkembangan/kebangkitan komunis, invasi senyap kekuatan asing dalam bentuk kemajemukan sumber daya manusia.

    Ketiganya lanjut Yossi, potensi konflik antar etnis dan umat beragama. Yossi mencontohkan permasalahan yang bersinggungan dengan agama akhir-akhir ini sedang hangat. "Di Jakarta, tentang dugaan penistaan agama, di Tanggerang Selatan muncul teroris, kita di Bandung perlu waspada agar persoalan-persoalan tersebut tidak sampai terjadi di Bandung," ujarnya.

    Yossi menambahkan, poin ke empat juga tak kalah penting yakni lemahnya kedaulatan dan kemampuan ekonomi masyarakat Indonesia, antara lain yang menjadi indikatornya adalah kemampuan daya beli masyarakat yang masih rendah. Hal ini jelas patut menjadi perhatian bersama.

    "Untuk itu dalam menguatkan ekonomi masyarakat kecil menengah, Pemkot Bandung telah meluncurkan program ekonomi Kredit Melati (Melawan Rentenir) hal itu semata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat," terangnya.

    Kelima lanjut Yossi, yang juga harus diwaspadai adalah bergesernya pemahaman ideologi tentang pancasila. Kelima persoalan bangsa ini jangan sampai terus meluas dan mengakibatkan keresahan. "Semoga persoalan-persoalan tersebut tidak sampai terjadi di Kota Bandung. Namun tentu saja kita harus selalu waspada dengan mengantisipasi sejak dini," pungkasnya. (ghiok r)


-->