• Pemkot Bandung Luncurkan Bantuan Pangan Non Tunai

    Oleh : Yogo Triastopo23 Februari 2017 12:59
    •  Share
    INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerjasama dengan BNI merilis Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2017 serta pendandatangan MoU e-Commerce di kawasan Binong Jati, Kecamatan Batununggal pada, Kamis (23/2/2017).

    Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, program BPNT memudahkan transaksi non kas yang harus digunakan dan dimanfaatkan warga masyarakat Kota Bandung guna mendapatkan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako).

    "Kemiskinan menjadi sebab terbesar masyarakat tidak mendapatkan haknya seperti pangan, pendidikan, air bersih dan banyak lagi," kata Oded sesuai peluncuran.

    Dituturkan dia, program ini terlaksana atas gagasan Pemkot Bandung, BNI dan Bulog Kota Bandung yang didukung Kementrian Sosial Republik Indonesia. Awalnya, program tersebut memberikan sembako berupa beras. Namun saat ini, disalurkan melalui e-Voucher.

    "Dulu kita memberikan beras kepada masyarakat, namun sekarang menggunakan kartu yang disebut e-Voucher yang dapat dibelanjakan sembako lainnya di warung elektronik gotong royong (e-Warong)," ucapnya.

    Oded berharap, program tersebut bisa memajukan perekonomian masyarakat kecil dan memudahkan mereka mendapat sembako murah. Sehingga ke depan, sebanyak 63.262 Kepala Keluarga di Kota Bandung tidak ada lagi kekurangan pangan.

    "E-Voucher ini saldonya 110 ribu, bisa ditukar menjadi sembako. Saya berharap semua masyarakat bisa menggunakan program ini. Melalui e-Warong, semua akan meringankan beban masyarakat miskin dan dapat memajukan perekonomian masyarakat," ujar dia.

    Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung Tono Rusdiantono optimistis dengan program e-Warong. Dia menilai program ini bakal tepat sasaran. Masyarakat penerima BNPT, disebut dia menerima Rp 10 juta untuk membangun e-Warong dan Rp 20 juta sebagai modal.

    "Bagi mereka penerima BPNT akan mendapatkan modal total 30 juta dengan rincian 10 juta untuk membangun dan membeli perlengkapan e-Warong dan 20 juta untuk modal," kata Tono. [jek]


-->