• Karnaval Asia Afrika 2017 Siap Ramaikan Bandung

    Oleh : Ghiok Riswoto06 Mei 2017 22:27
    PERHELATAN Akbar Karnaval Asia Afrika akan kembali digelar di Kota Bandung, pada pertengahan Mei 2017 ini. Selain peserta dari 20 negara, karnaval akan kembali melibatkan ratusan kemonitas seni dan life style. Selain target untuk menjadikan magnet bagi wisatawan, gelaran Karnaval Asia Afrika juga diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkenalkan keragaman budaya Kota Bandung.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengungkapkan, pelaksanaan Karnaval Asia Afrika akan menjadi momentum awal kegiatan berskala dunia di Kota Bandung. Selain akan lebih meriah, komunitas yang dilibatkan dalam kegiatan ini pun akan semakin banyak. Targetnya tak lain untuk mendorong sektor pariwisata di Kota Bandung sekaligus menarik minat wisatawan datang.

    Dia memaparkan, Karnaval Asia Afrika menjadi satu kegiatan besar yang diharapkan mampu berdampak positif terhadap pariwisata Kota Bandung. Selain karena melibatkan juga sejumlah negara, suguhan ini merupakan bagian dari perjalanan sejarah yang dikemas dalam bentuk karnaval. "Rangkaiannya ada beberapa tapi acara puncaknya tanggal 13 Mei ini. Sebelumnya juga akan ada Musyawarah Antar Kesultanan yang akan digelar tanggal 12 Mei. Mereka juga akan turut meramaikan kegiatan puncak karnavalnya," ujarnya.

    Kota Bandung menurut Kenny juga tengah merancang beragam program dan sarana pendukung kaitan dengan target wisata sehat dan kampung wisata di Kota Bandung. Apalagi dalam RPJMD juga pembangunan 30 kampung budaya menjadi salah satu target prioritas. " Kaitan dengan itu akan ada rumah budaya, gedung kesenian Bandung. Mudah-mudahan konsep dan penghitungan anggarannya bisa segera tersusun. Sehingga target awal Pebruari 2018 sudah mulai pembangunan bisa direalisasikan," ungkapnya.

    Kenny mengungkapkan, selain event-event berskala besar, Disbudpar Kota Bandung juga tengah menyiapkan gelaran-gelaran budaya bersifat kewilayahan, termasuk juga memanfaatkan momen car free day di kawasan Jl. Ir. H. Djuanda setiap minggu untuk gelaran seni budaya. "Kegiatan yang akan digelar itu mencapai ratusan kegiatan. Dan tahun ini kami akan memperkuat promosi wisata kewilayahan karena sebenarnya potensi kewilayahan banyak yang belum tergali," ungkap Kenny saat ditemui INILAH, di ruang kerjanya, Jumat (5/5).

    Sebagai daerah yang tidak memiliki potensi wisata alam lanjut Kenny, Kota Bandung tentu harus mampu menyuguhkan konsep wisata yang berbeda dengan daerah lain. Karenanya, fokus garapan promosi wisata Kota Bandung ke depan akan lebih konsen terhadap pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif. "Festival budaya akan kami perbanyak. Jadi tahun ini akan ada 200- 300 festival kebudayaan yang akan digelar di seluruh wilayah Kota Bandung," katanya.

    Kenny menungkapkan, dengan ada diversifikasi produk pariwisata juga diharapkan dapat meningkatkan okupansi hotel di Bandung. "Wisatawan yang datang ke Bandung tidak hanya menginap 1 malam saja, tetapi bisa lebih dari 1 malam. Jadi untuk weekdays akan pikirkan apa yang bisa dilakukan Kota Bandung untuk menarik wisatawan datang, selain hari Sabtu dan Minggu," ujarnya.

    Selain kebudayaan ada dua bidang lainnya yang menjadi fokus utama Disbudpar yakni ekonomi kreatif dan pariwisata. "Ini kita programkan di tahun anggaran 2017," ujar Kenny.

    Menurut Kenny, Disbudpar Kota Bandung sengaja memprioritaskan kebudayaan. Pihaknya ingin melestarikan kebudayaan yang ada di Kota Bandung. Terlebih jumlah lingkung seni di Kota Bandung jumlahnya mencapai ratusan. "Kan selain juga memelihara, mengenalkan dan akhirnya mewariskan. Jadi kebudayan ini yang menunjang pariwisata. Ekonomi kreatif juga menunjang kepariwisataan Bandung," katanya. (*)