• Bandung Oto Trade Market Meriahkan HUT Kota Bandung Ke-207

    Oleh : Yogo Triastopo18 September 2017 13:46
    INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerjasama dengan Daihatsu menggelar Festival Bisnis bagi para pelaku usaha di kota kreatif dengan menampilkan 110 unit Gran Max Mobil Toko "Moko".

    Kegiatan yang diberi nama Bandung Oto Trade Market (Botram) tersebut, digelar pada 23-24 September 2017 dalam rangka merayakan hari ulang tahun Kota Bandung ke-207 sekaligus bentuk apresiasi Daihatsu ke-110.

    Dikatakan Marketing dan Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso, Gran Max "Moko" adalah modifikasi dari Gran Max standar yang secara fungsi mirip "toko".

    "Dalam acara ini, tampil berbagai bentuk Gran Max "Moko" yang menyediakan berbagai macam sajian kuliner penggugah rasa, fashion bagi pengunjung yang ingin tampil trendy dan berbagai macam toko industri kreatif menarik lainnya," kata Hendrayadi di Pendopo Koat Bandung, Senin (18/9/2017).

    Kehadiran 110 unit "Moko" pada acara Botram 2017, dituturkan dia menjadi bukti bahwa Gran Max merupakan sahabat bisnis yang dapat diandalkan. Gran Max menjadi pilihan utama para pengusaha karena terbukti kualitasnya.

    "Gran Max juga rutin diekspor ke Jepang sejak 2008 dan sampai saat ini di tahun 2017 sekitar 1000 unit per bulan," ucapnya.

    Sambung dia, Gran Max sangat cocok untuk pengusaha Indonesia sebagai partner "sahabat bisnis" dan menjadi bukti bahwa Gran Max cocok dan handal digunakan dalam berbagai macam usaha.

    "Sehingga acara ini dapat menginspirasi para pelaku UKM lainnya untuk menggunakan Gran Max sebagai sahabat bisnis mereka. Dan kita berharap bisa terus berkembang serta terus melayani masyarakat," ujar dia.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada minggu keempat September 2017, disampaikan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial adalah sebuah inovasi untuk mendongkrak para pelaku usaha.

    "Saya kira program Botram ini cukup bagus. Saya pribadi berharap program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul," kata Oded.

    Jumlah pengunjung pada acara Botram mendatang, ditargetkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding kegiatan Car Free Night.

    "Kita berharap bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat dari CFN," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Aswin Sulaeman Utama.

    Disampaikan dia, kehadiran Moko di Kota Bandung secara tidak langsung turut mendongkrak kegiatan ekonomi dan pihaknya berharap, sudah selayaknya kehadiran mereka mendapat perhatian dari pemerintah kota.

    "Contoh di kawasan Penogoro, di sana menjadi hiburan malam. Orang Sunda bilang ada balanjaeun. Kalau diberi perhatian kan lumayan. Contohnya kita fasilitasi soal tempat dan paling memungkinkan di Bandung Timur dan Utara," ucapnya. [ito]