• Ridwan Kamil Terima Penghargaan Kihajar 2017

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri17 November 2017 15:41
    fotografer: Asep Pupu Saeful Bahri
    INILAH, Jakarta - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menerima penghargaan ‎tingkat madya Kita Harus Belajar (Kihjar) 2017. Penghargaan tersebut didapat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

    Anugerah Kihajar yang keenam kalinya ini merupakan penghargan bagi kepala daerah di tingkat provinsi dan kota/kabupaten se-Indonedia, yang dinilai mempunyai kepedulian dan komitmen terhadap pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk dunia pendidikan dan kebudayaan.

    Emil, panggilannya, berterimakasih karena programnya yang memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mendongkrak pelayanan di bidang pendidikan di Kota Bandung, ternyata mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

    ‎"Jadi ada daerah-daerah yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat terkait dengan inovasi-inovasi sitem pendidikan dengan smart education atau teknologi," kata Emil.

    Penghargaan Kihajar 2017 ini jelas semakin memicu semangat Emil untuk memajukan pendidikan di Kota Bandung dengan sejumlah program berbasis teknologi. Sekalipun, masa jabatannya sebagai wali kota hanya kurang dari satu tahun lagi.

    "Di Bandung kita push pendidikannya secara maksimal berbasis TIK, seperti kelas jarak jauh, apbd sekolah via on line, sistem ujian secarta on line juga secara terpadu, sampai suatu hari kota ini akan canggih pendidikannya secara teknologi," ungkapnya.

    Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy berharap dengan adanya penghargaan Kihajar ini bisa menjadi pelecut bagi setiap daerah untuk mengoptimalkan pengunaan TIK guna pemerataan pendidikan hingga ke pelosok negeri.

    "Saya berharap penghargaan ini bisa sangat prestisius. Semakin sadar kita akan hadirnya teknologi informasi, masih banyak wilayah kita yang belum bisa menikmati pendidikan tapi bisa difasilitasi dengan teknologi informasi," ujar Muhadjir.

    ‎Penganugrahan diawali dengan pendaftaran dan pelengkapan berkas oleh Dinas Pendidikan masing-masing daerah, mulai Agustus hingga alwal Oktober lalu. Kemudian penilaian dilakukan tim juri yang terdiri dari praktisi TIK, akdemisi, perwakilan media, Kementerian Komunikasi Komunikasi dan Informatika, serta internal Kemendikbud.

    Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Elih Sudiapermana memaparkan sejumlah program unngulan yang dikembangkan dengan basis TIK juga diterapkan dalam dunia pendidikan‎. Hal itu juga tetap berlandaskan upaya Disdik untuk memberikan pelayanan yang jujur dan berintegritas.

    "Diantaranya adalah PPDB online dan realtime yang merupakan aplikasi penerimaan peserta didik baru yang dikembangkan dengan sistem zonasi sejak tahun 2005 dan terakhir tahun 2017, aplikasi ini direkomendasi oleh KPK RI untuk digunakan di Sumatera Utara," ucap Elih.

    Soal pengelolaan keuangan, Elih juga mengoptimalkan penggunaan ‎Cetak Elektronik Kegiatan Anggaran Sekolah (Cekas). "Aplikasi yang membuat sekolah dapat lebih mudah merencanakan anggaran kegiatan sekolah yang sesuai dengan Ketentuan peraturan perundangan dan membuat sekolah dapat lebih akuntable,"‎ tegasnya.

    Selain itu Sakola Juara (SaKOJA) juga digarap untuk menunjang proses pembelajaran siswa.‎ "SaKOJA Sakola Juara merupakan aplikasi yang membuat peserta didik di Kota Bandung lebih mudah mengakses materi pelajaran latihan soal dan kegiatan-kegiatan lainnya," tandasnya. [jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT