• Groundbreaking Proyek RLT Tunggu Rekomendasi Dewan

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri23 November 2017 15:21
    INILAH, Bandung - Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Yossi Irianto menyatakan alasan batalnya peletakan batu pertama proyek ‎Light Rapid Transit (LRT)‎ karena sejumlah persyaratan administrasinya belum tuntas. Salah satu yang paling menonjol adalah belum adanya rekomendasi dari DPRD Kota Bandung.

    Semula groundbreaking proyek LRT ini direncanakan bakal dilaksanakan pada 20 November lalu. Peletakan batu pertama akan dilakukan di salah satu stasiun Koridor III, di sekitar Jalan Dalem Kaum. Namun hal itu urung terlaksana.

    ‎"Bukan mengganjal di DPRD, adalah kajian-kajian termasuk ‎termasuk persyaratan yang sama-sama nanti dibahas di DPRD," kata Yossi di Jalan Naripan, Kamis (23/11/2017).

    Yossi menuturkan apabila sudah turun rekomendasi dari DPRD Kota Bandung, maka pihaknya akan segera melakukan groundbreaking. Menurutnya, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) sudah mengajukan surat kepada anggota dewan sejak minggu lalu.

    "Itu sangat tergantung, kita sedang menunggu rekomendasi dari dewan. Dan mudah-mudahan dalam waktu cepat ternyata Jumat besok keluar bisa saja itu terjadi, karena ini menyangkut tentang pembiayaan‎," jelasnya.

    Rekomendasi DPRD tersebut dituturkan Yossi bukan hanya sebatas untuk mulai peletakan batu pertama. Namun sekaligus mendukung percepatan proses pembangunan LRT.

    "‎Ini kan harus didialogkan dengan dewan. Makanya mohon dukungan semua teman-teman di DPRD agar rekomendasinya segera keluar, agar di 2017 atau 2018 bisa mewujudkan cita-cita kita lahirnya Metro kapsul di tengah," lanjutnya.

    ‎Soal dana pembuatan RLT ini, Yossi mengungkapkan Pemkot Bandung akan menjalin kersama dengan pihak swasta untuk menambah pembiayaan. Sebab, diakuinya tidak akan cukup apabil dialokasikan dana dari pemerintah saja.

    ‎"Karena berbicara transportasi moderen itu bukan pekerjaan mudah, karena membutuhkan biaya yang cukup besar‎, pemerintah kota secara pribadi tidak mempunyai kemampuan itu, tapi ada cara cerdas yaitu bekerjasama dengan pihak swasta," ujarnya.

    RLT Koridor II ini dimulai dari Stasiun Timur Kereta Api Bandung hingga Taman Konservasi Tegalega. Kemudian terdapat delapan stasiun lainnya direncanakan bakal dibangun di Pasar Baru, Peremptan Jalan Jenderal Sudirman, Masjid Raya Bandung, Pendopo Kota Bandung, Perempatan Jalan Otto Iskandardinata, dan perempatan ‎Jalan BKR

    "Nanti bisa jadi akan dari Gedebage ke kota, nah yang sekarang itu melingkar dulu di dalam kota, bisa saja nanti dari Setiabudhi kaya di layang itu," Yossi memungkasi. [jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT