• Headline

    Pelajar Harus Peduli Air!

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri04 Desember 2017 15:28
    fotografer: Syamsuddin Nasution
    Seksi Pengembangan Teknologi Tepat Guna Pusyantek Kecamatan Andir Simon Sanjaya mengenai mesin pengolahan air hujan menjadi air minum, pada acara Sosialisasi Peran Serta PDAM Tirtawening Kota Bandung dalam Penyediaan Air Minum untuk Masyarakat Kota Bandun
    INILAH, Bandung - PDAM Tirtawening memberikan edukasi kepada siswa SMA dan SMK Kota Bandung perihal pentingnya air dalam penunjang kehidupan. Dalam hal ini para remaja dituntut untuk tidak hanya sebatas menggunakan air saja, melainkan harus memahami perihal‎ sumber dan pengelolaan air.

    Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi sempat melakukn diskusi dengan anak SMA dan SMK tersebut. Kemudian dia mendapati para pelajar ini tidak memahami bagaimana air harus dikelola dengan baik.

    "Saya ingin menyampaikan pesan agar anak sekolah ini menjadi lebih peduli terhadap air, baik yang digunakan sehari-hari, baik sumbernya, baik bagaimana mendapatkannya dan cara mengelolanya, penting menjaga keseimbangan dan ketersediaan air ini," kata Sonny di Prime Park Hotel, Jalan Phh. Mustopha, Bandung, Senin (4/12/2017).

    Sonny juga mulai memberikan pengarahan kepada ratusan peserta acara sosialisasi‎ tersebut. Selain para pelajar, ratusan audien yang hadir juga turut datang beberapa wakil kepala sekolah, guru, bagian kesiswaan, dan para guru pendamping.

    Namun bagi Sonny yang bakal memberikan perubahan dalam pola pikir menyikapi persoalan air ini datang dari para remaja.‎ "Bagaimana pelajar itu memulai merubah perilakunya bukan hanya berbuat tapi juga berpikir agar lebih peduli terhadap air," tegasnya.

    Menurut Sonny, pengetahun soal seluk beluk air ini seyogyanya menjadi wawasan bagi seluruh pelajar di Indonesia. Terlebih siswa dan siswi masa kini adalah generasi yang melek teknologi informasi. Sehingga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi yang mengedukasi masyarakat luas.

    Sekarang ini Sonny sudah tidak menampik lagi apabila di Kota Bandung sendiri kesulitan mencari air dengan kualitas yang baik. Sehingga, kata dia, diperlukan pengelolaan yang lebih serius agar bisa turut menyeimbangkan dengan kebutuhan.

    "Jangan hanya tahu cara menggunakan air, tapi dimana, caranya gimana, kualitasnya gimana, kalau sudah berpikir jauh nanti berpikir bagaimana menjaga lingkungan karena air langka dengan kualitas baik," terangnya.

    Sonny mengungkapkan, dalam rangka peran remaja sebagai corong informasi, diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Kondisi alam juga diutarakannya turut menunjang ketersediaan air.

    ‎Dijelaskan Sonny, diperlukan pengawasan yang luas untuk bisa menjaga lingkungan agar tidak tercemar. Utamanya untuk air permukaan yang dewasa ini sangat rentan terkena pencemaran.

    "Ketika kita bisaca restorasi atau rehabilitasi lingkungan, untuk menormalkan cadangan air tanah sulit, tetapi bukan tidak kita lakukan, tapi tetap ada program jangka panjang seperti reboisasi, jangka pendek kita menahan air run off menjadi cadangan air tanah dan air permukaan bisa cukup sepanjang tahun di sepanjang musim,‎" pungkasnya. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT