• Headline

    Memperkenalkan Budaya Jerman Melalui Game

    Oleh : Okky Adiana04 Agustus 2016 06:13
    fotografer: inilah/syamsuddin nasoetion
    Melalui game edukasi, diharapkan bisa memperkenalkan kebudayaan Jerman kepada orang Indonesia yang mungkin saja belum banyak diketahui.

    Goethe Institute Bandung yang diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Jerman menggelar kegiatan Ayo Jerman. Dalam kegiatan ini, mereka mempertemukan para pengembang game Indonesia dan Jerman. Seperti apa?

    Dari raut wajahnya, Teddy Pandu W dan Garibaldy W Mukti, dua pemuda asal Kota Bandung, ini terlihat semringah dan merasa senang bisa terpilih sebagai pengembang yang akan membuat sebuah aplikasi game edukasi.

    Aplikasi ini nantinya akan memperkenalkan budaya Jerman kepada orang Indonesia dengan target usia 16 hingga 25 tahun. Beberapa kebudayaan Jerman yang akan mereka kenalkan di game ini mulai dari kuliner, transportasi, bangunan bersejarah, dan lainnya.

    "Game bisa menjadi media menarik untuk pengenalan budaya Jerman ke orang Indonesia. Jadi bagi orang Indonesia sebelum jalan-jalan ke Jerman, sedikitnya mereka jadi tahu tentang budaya Jerman melalui game tersebut," papar Teddy kepada INILAH, Rabu (3/8/2016).

    Dia mengatakan, pengembangan game tersebut nantinya akan dibantu oleh pengembang asal Jerman. Mereka akan membantu dalam segi konsep dan isinya. Seperti data mengenai bangunan bersejarah.

    Dia berharap, ilmu yang bisa didapatkan ini bisa dibagikan kepada pengembang lain, dan bisa bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu, dia pun ingin membuat aplikasi game untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang lain.

    "Ya, bahkan kita juga ingin proses pembuatan ini kebalikannya, jadi kita bisa memperkenalkan budaya Indonesia melalui game," ucapnya.

    Project Manager Ayo Jerman, Imansyah Lubis mengatakan, aplikasi edukasi game ini nantinya akan dipresentasikan di kegiatan game, baik di dalam maupun luar negeri.

    Setelah workshop, nantinya akan dimulai proses produksi sampai akhir tahun depan, dan diharapkan sebelum akhir tahun sudah bisa dilihat prototipenya.

    "Rilisnya diharapkan Mei 2017 sudah bisa diluncurkan. Dua orang Jerman ini hanya membantu saja. Yang membuat proyeknya dari Indonesia. Ini baru pertama kali diadakan, karena untuk menyasar pangsa anak muda, game ini sangat tepat," ucapnya.

    Dia berharap dengan kerja sama ini, ke depannya bisa menjadi sarana pertukaran budaya melalui media yang lebih populer. "Semoga saja bisa terwujud," pungkasnya. [hus]