• Dipertanyakan, Lambannya Pembebasan Lahan Danau Cieunteung

    Oleh : Fuad Hisyamudin30 November 2016 20:28
    •  Share
    •  Tweet

    INILAH, Bandung - DPRD Kabupaten Bandung mempertanyakan lambatnya proses pembebasan lahan untuk danau retensi pengendali banjir di Kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah.


    Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Firman B Soemantri, mengatakan, menjelang akhir 2016 ini seharusnya negosiasi harga tanah dan bangunan di Kampung Cieunteun harus sudah rampung.

    "Setelah kami berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dana untuk pembebasannya sudah siap,” kata Firman, Rabu (30/11).

    Namun sampai berbulan-bulan, proses tersebut masih tertahan pada pengukuran dan pemberkasan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Hal ini jangan sampai menghambat proses penanganan banjir Citarum,".kata Firman.

    Firman mengaku akan segera berkoordinasi dengan BPN, untuk meminta penjelasan masalah tersebut. Selain itu, tentunya DPRD juga akan mendorong agar proses pembebasan bisa dilaksanakan secepatnya.

    Sebab, warga Kampung Cieunteung sudah terlalu lama menunggu proses pemberkasan ini oleh BPN dan dikhawatirkan akan terjadi keresahan di tengah masyarakat.

    Apalagi, lanjut Firman, banjir di sekitar Sungai Citarum, termasuk Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang semakin parah. Ini terjadi karena semakin buruknya kondisi saluran drainase di tiga kecamatan tersebut. Salah satu buktinya, daerah yang sebelumnya tidak pernah terendam banjir kini sama dengan daerah langganan banjir.

    "Beberapa daerah yang biasanya tidak pernah banjir sekarang kebanjiran juga. Termasuk rumah saya di Baleendah. Kalau saja danau retensi sudah ada luapan sungai ini dapat teratasi, karena air semuanya ke danau retensi. Sehingga, proyek tersebut harus segera diselesaikan,"ujarnya.

    Firman melanjutkan, pembangunan danau retensi ini telah dimulai beberapa pekan lalu dengan memulai pembangunan rumah pompa dan penataan di sekitar Jembatan Citarum.

    Dia berharap, proyek pengerjaannya segera dilakukan juga di kawasan permukiman Cieunteung yang kini menunggu pembebasan lahan.

    "BPN mungkin masih memproses beberapa berkas yang belum beres soal pertanahan warga ini. Tapi, kami minta itu segera diselesaikan. Jangan sampai malah jadi menghambat pembangunannya. Tidak boleh mandek, apalagi kan uangnya sudah ada,"katanya.

    Firman mengatakan, BBWS Citarum, juga tengah menyusun rencana pembangunan tunnel dan kanal di sekitar Curug Jompong. Fungsinya untuk mengendalikan banjir Sungai Citarum. Tak hanya itu, pembuatan sodetan dan pelebaran Sungai Cisangkuy pun tengah direncanakan.


    Pembangunan rumah pompa di bagian timur Kampung Cieunteung ini menjadi awal pembuatan danau retensi di bantaran Sungai Citarum. Diharapkan, pembangunan ini menjadi pendorong percepatan pembebasan lahan warga di kampung yang akan dibangun menjadi danau retensi tersebut.
    (dani r nugraha/gin)