• Headline

    Lakukan Pengancaman, Jaksa AP Diperiksa Maraton dan Terancam Dipecat

    Oleh : Ahmad Sayuti02 Desember 2016 16:15
    •  Share
    •  Tweet
    INILAH, Bandung- Sejak diamankan pengawas internal Kejati Jabar, Jaksa senior AP terus diperiksa secara maraton. Meskipun tidak menangi kasus, AP terancam dipemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) lantaran melakukan pengancaman atau menakut-nakuti.

    Kajati Jabar Setia Untung Arimuladi mengatakan, setelah diamankan yang bersangkutan sudah diperiksa hingga pukul 23.00 WIB kemarin, dan siang ini pemeriksaan terus dilanjutkan untuk nantinya dilaporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

    "Apa yang dilakukannya (AP) bisa dikategorikan pelanggaran berat. Sanksinya bisa diberhentikan dengan tidak hormat atau diberhentikan dengan hormat, bisa juga dicopot dari jabatan jaksanya,” katanya.

    Ia menyebutkan, AP diduga telah melanggar PP 53 Tahun 2010 terkait disiplin PNS. Sebagai abdi negara dalam hal ini PNS, perbuatan AP telah membuat resah atau telah melanggar hukum kepegawaian yang bisa termasuk jenis hukuman ringan, sedang ataupun berat.
    Menurutnya, AP diamankan setelah mendapat laporan masyarakat soal pungli, dan AP melakukan ancaman. Padahal korban sama sekali tidak mempunyai perkara apa-apa, begitu juga pelaku yakni AP tidak tengah menangani perkara apapun.
    “Kami merespon laporan masyarakat. Katanya bersangkutan (AP, red) menakut-nakuti warga dengan bilang ‘kamu punya kesalahan, kalau tidak (bayar) akan dilakukan tindakan’. Kan ini jelas tidak boleh,” ujarnya.
    Pihaknya berkomitmen untuk membersihkan sumber daya yang ada di internal lembaganya terlebih dahulu. Sejak awal kedatangannya Juni 2016 lalu, Untung mengaku sudah menekankan kepada seluruh jajarannya agar tidak ‘bermain’.

    Apalagi jelas instruksi presiden maupun Jaksa Agung agar memberi pelayanan yang baik kepada para pencari keadilan, jangan malah mengotorinya.
    Untung juga sempat menyinggung proses hukum yang sudah dijalani Jaksa Devyanti Rochaeni yang tertangkap tangan bersama Jaksa Fahri (Jaksa Kejati Jateng) menerima gratifikasi bulan April 2016.

    Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung telah menjatuhkan vonis terhadap keduanya pada 23 November 2016.Fahri divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider empat bulan penjara, sedangkan Deviyanti divonis empat tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider empat bulan penjara.
    “(Jaksa Devyanti jadi contoh) kalau putusan inkrahnya sudah kami terima, akan kami ajukan pemberhentiannya,” tegasnya.[ito]