• SM Gagal Merampok Mantan Suami

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha02 Desember 2016 17:20
    fotografer: Dani
    Kasatreskrim memperlihatkan barang bukti perampokan oleh pasutri
    •  Share
    •  Tweet
    INILAH, Soreang- Pasangan suami istri (Pasutri) nekat melakukan perampokan dengan kekerasan terhadap mantan suami SM (44) dari Pasutri itu.

    Mantan suami SM bernama Rizal Lesmana (37) warga Karangsembung Sindanglaut Cirebon menderita luka tembak pada pipi kiri tembus pipi kanan sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Santosa.

    Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Niko Adhi Putra mengatakan, peristiwa ini bermula dari bujuk rayu SM kepada mantan suaminya, yang meminta diantarkan ke rumahnya di Kopo. Karena terus-terusan memohon, akhirnya dari Cirebon korban mau memenuhi permintaan SM yang telah menunggunya di daerah Jatinangor Kabupaten Sumedang sekitar pukul 23.00 WIB pada Jumat (2/12). Kemudian ketiganya pergi menuju rumah pelaku SM di Kopo melalui Jalan Tol Cileunyi.

    "Saat itu pelaku YM (44) suami SM ini berpura-pura membantu mengangkut barang-barang dan turut dalam mobil Toyota Kijang pick up yang dibawa korban. Mereka bertiga berangkat ke Kopo melalui Tol Cileunyi, saat memasuki KM 145 Desa Buah Batu Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, pelaku YM meminta berhenti dengan alasan hendak buang air kecil. Dari luar YM menodongkan senjata air soft gun yang telah dimodifikasi menjadi senjata api kepada korban dan meminta semua uang milik korban,"kata Niko di Mapolres Bandung, Soreang, Jumat (2/12) siang.

    Korban yang duduk belakang kursi pengemudi ini, kemudian memberikan uang sebesar Rp 100 ribu. Namun ditolak pelaku YM dan menembakkan senjata api yang ditodongkannya dari luar mobil ditembakan pelaku dan mengenai pipi kiri tembus ke pipi kanan.

    Korban melakukan perlawanan dan keluar dari dalam mobil serta berteriak meminta pertolongan kepada pengguna jalan yang sedang melintas. Untungnya, saat itu melintas kendaraan Patroli Jalan Raya dari Polda Jabar dan berhasil membekuk kedua orang pelaku dan diserahkan kepada Satreskrim Polres Bandung.

    "Dari tangan tersangka YM ini kami mendapati barang bukti berupa sepucuk pistol air soft gun jenis Taurus yang telah dimodifikasi jadi senpi, lalu kami juga temukan satu proyektil peluru dan selembar ikat pinggang yang diduga berupa jimat,"ujarnya.

    Aksi pasutri melakukan tindakan pencurian dan kekerasan terhadap korban ini, telah direncanakan oleh keduanya. YM yang bekerja sebagai sopir ini terus memaksa istrinya untuk menjebak mantan suaminya yang telah bercerai dengan SM pada 2003 lalu itu.

    YM memaksa SM untuk membujuk korban dan memintanya untuk datang dan mengantarnya ke Kopo. Saat kejadian, pelaku YM berpura-pura tidak saling mengenal dengan SM yang tak lain adalah istrinya itu, dan diminta oleh SM untuk membantu mengangkut barang-barang miliknya.

    "Memang aksi Pasutri ini telah direncanakan, untuk melakukan kejahatan terhadap korban. Dengan tujuan untuk meminta barang berupa uang, namun saat itu korban yang sudah tertembak ini melawan dan berteriak meminta tolong denan berteriak rampok-rampok,"ujarnya.

    Setelah dilakukan pengembangan, lanjut Niko, pelaku YM ini ternyata seorang residivis pelaku pencurian dan kekeraran, yang kerap melancarkan aksinya di wilayah Purwakarta dan Kota Bandung. Sasarannya adalah kendaraan roda empat hingga kontainer yang biasa melintas di wilayah Pantura.

    "Dalam penyelidikan kami, mendapatkan fakta-fakta baru. Kalau pelaku YM ini adalah pelaku kejahatan yang kerap beraksi di wilayah Purwakarta dan Kota Bandung. Karena perbuatannya ini, kedua pelaku Pasutri ini terancam hukuman sembilan tahun penjara, karena melanggar pasal 365 KUHP,"kata Niko.

    Pelaku SM mengaku terpaksa mengikuti keinginan suaminya untuk merampok mantan suaminya yang bekerja sebagai pemborong itu. Ia diancam dengan pistol dan beberapa kali ditampar.

    SM dipaksa untuk menghubungi mantan suaminya itu, dengan tujuan untuk merampoknya. Ia menuruti keinginan karena YM berjanji tidak akan melukai mantan suaminya itu. [ito]