• Headline

    Bandung Bisa Kembangkan Medical Tourism

    Oleh : Doni Ramdhani02 Desember 2016 17:38
    •  Share
    •  Tweet
    INILAH, Bandung - Pemilik RS Melinda Susan Melinda mengatakan kecanggihan pengobatan di sejumlah rumah sakit lokal bisa menjadi hal yang dijual dalam hal pariwisata.

    "Bandung ini sudah dikenal luas sebagai destinasi wisata. Saat ini, SDM dan peralatan kesehatan yang kita miliki tidak kalah dengan negara lain. Makanya, saya ingin menjajaki untuk mendorong medical tourism ini bisa dikembangkan di Bandung," kata Susan kepada wartawan, Jumat (2/12).

    Menurutnya, sejumlah pihak akan dirangkul untuk mengembangkan pariwisata kesehatan. Konsep ini diakuinya mendatangkan devisa yang relatif signifikan. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang pergi ke negara lain hanya untuk menjalani perawatan kesehatan.

    Susan mengaku, kurangnya promosi medical tourism ini menjadi kendala terbesar yang harus segera diatasi. Terlebih, watak orang lokal masih relatif malu-malu untuk menjual.

    "Padahal, kalau medical tourism ini serius digarap pasti akan mendatangkan banyak devisa. Mereka yang akan berobat itu pasti melakukan pengeluaran untuk akomodasai hotel, makanan, minuman, dan hal lainnya. Saya siap kalau dijadikan orang terdepan untuk pengembangan medical tourism ini," ucapnya.

    Tak hanya berkaitan dengan peralatan kesehatan yang canggih, pengembangan konsep pariwisata kesehatan ini pun harus didukung pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, para pelaku bisnis travel pun harus dirangkul sebagai jaminan transportasi bagi wisatawan.

    "Dari sisi medis, kita bisa melakukan operasi yang sudah subspesialis. Lalu, bayi tabung kami pun tak kalah dengan luar negeri. Tindakan operasi plastik pun nggak kalah dan di kita biayanya jauh lebih murah," jelasnya.

    Sementara itu, Putri Pariwisata Indonesia 2015 Dikna Maharani mengatakan konsep medical tourism ini harus serius dikembangkan. Sejumlah rumah sakit di Indonesia sebenarnya memiliki potensi dan sarana yang mumpuni untuk perawatan kesehatan.

    "Kalau potensi, kita relatif bagus dan memiliki daya saing. Hanya, masyarakat kita kurang aware makanya mereka memilih berobat ke luar negeri. Selain itu, publikasinya saja yang kurang," ucap Dikna.

    Dia menambahkan, Bandung bisa menjadi menjadi bagian penting untuk pengembangan medical tourism ini. Selain didukung destinasi wisata budaya, kuliner, dan lainnya, Kota Kembang ini pun kini menjadi salah satu tujuan penting sejumlah maskapai penerbangan. [ito]