• Warga Pertanyakan Pembukaan Belokan di Jalur Cepat Bandung-Soreang

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha10 Januari 2017 16:55
    INILAH,Soreang- Masyarakat Kabupaten Bandung, mempertanyakan pembukaan putaran jalan (U turn) di jalur cepat Jalan Raya Bandung-Soreang tepatnya depan Hotel Sutan Raja. Karena pembukaan belokan di jalur cepat tersebut, sangat membahayakan pengguna jalan.

    Ketua Umum Barisan Masyarakat Awam (Bara) Jawa Barat, Toni Burton mengatakan, pembukaan belokan di jalur cepat tersebut sangat rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Bahkan, kata dia, tanpa ada belokan pun di jalur tersebut seringkali terjadi kecelakaan lalu lintas. Apalagi, jika kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba ada kendaraan melintas di depannya.

    "Kenapa bisa dibuka belokan di jalur cepat seperti itu, ini sangat membahayakan pengguna jalan. Sebelum ada belokan saja, seringkali terjadi kecelakaan ketika kendaraan, khususnya motor menginjak lubang. Apalagi nanti kalau ada belokan disana, bisa-bisa terjadi kecelakaan beruntun,"kata Toni di Soreang, Selasa (10/1/17).

    Toni juga mempertanyakan perencanaan pembukaan belokan tersebut. Kata dia, apakah tidak memperhitungkan risiko keselamatan pengguna jalan. Jangan sampai, suatu kebijakan bisa dikalahkan oleh kepentingan segelintir orang saja.

    "Kami mempertanyakan bagaimana perencanaannya, apakah tidak memperhitungkan risiko keselamatan pengguna jalan. Lalu kalau memang aturannnya memperbolehkan dan ada jaminan keselamatan dari pihak-pihak terkait silakan sosialisasikan yang benar kepada masyarakat, jika yang sebelumnya jalur cepat, kini sudah berubah,"ujarnya.

    Toni melanjutkan, kata dia, jangan sampai hanya untuk mengakomodir kepentingan pihak tertentu, tapi mengorbankan keselamatan rakyat banyak. Jika seperti itu, aturan bisa berdamai dengan kebijakan dan kepentingan.

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Agus Heri membantah jika dikatakan pembukaan belokan tersebut tanpa melalui perencanaan yang matang. Karena menurutnya, rencana pembukaan belokan tersebut sudah direncanakan jauh sebelum hotel tersebut dibangun.

    "Itu sudah sesuai perencanaan, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Lalu lintas hingga perizinannya dari Dishub Provinsi Jabar dan Polda Jabar. Karena memang itu jalan milik Pemprov Jabar. Pembukaan belokan di jalur tersebut juga bukan hanya untuk mengakomodir Hotel Sutan Raja saja, melainkan untuk kepentingan pengguna jalan secara umum,"kata Agus.

    Alasan pembukaan belokan di jalan tersebut, kata Agus, yakni untuk mempermudah kendaraan yang akan belok. Terutama kendaraan besar, di mana biasanya membelokkan kendaraannya di lampu merah di ujung jalan tersebut. Selain itu, perencanaan pembukaan jalan tersebut untuk mendukung suksesnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 lalu. Di mana banyak peserta dari luar daerah yang menjadikan hotel tersebut sebagai base campnya.

    "Tapi sebelum pelaksanaan PON itu juga tidak bisa direalisasikan, karena waktunya terlalu mepet. Nah kemudian beberapa waktu lalu, Dishub Provinsi, Polda Jabar, Dishub Kabupaten Bandung, Dispertasih Kabupaten Bandung dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Bandung melakukan rapat lagi. Sehingga, pembukaan belokan jalan tersebut baru bisa dilaksanakan sekarang,"ujarnya.

    Selain itu, lanjut Agus, pembukaan belokan di jalur tersebut, untuk mendukung pembangunan di kawasan Soreang. Dan memang tidak akan lagi menjadi jalur cepat. Sehingga, nantinya di sepanjang jalur tersebut juga akan dipasangi rambu-rambu lalu lintas untuk mendukungnya.

    "Memang nantinya juga di sana akan dipasangi rambu-rambu lalu lintas hati-hati U turn dan lainnya. Jadi di sana tidak jadi jalur cepat lagi,"katanya.