• Petani Cabai Kab Bandung Merugi Akibat Cuaca Tak Menentu

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha10 Januari 2017 17:54
    INILAH,Soreang- Dalam kurun waktu sebulan tanaman cabai di Desa Pamekaran Kecamatan Soreang, Katapang, Pasirjambu dan lainnya mati. Sehingga wajar jika harga cabai di pasaran juga naik tajam.

    Taryana (38) salah seorang petani cabai di Desa Pamekaran Soreang mengatakan, bulan lalu terdapat kurang lebih 2000 pohon cabai rawit domba yang siap panen. Namun sayangnya, pohon cabai itu, satu persatu mati. Kemudian, buah cabai yang belum matang ini memerah dan busuk.

    "Setiap hari ada puluhan pohon mati, ini diawali dengan daun layu kemudian akarnya tidak lagi tumbuh bercabang. Buahnya juga memerah sebelum waktunya lalu membusuk,"kata Taryana, Selasa (10/1/17).

    Cuaca yang tak menentu dengan panas dan hujan silih berganti diduga sebagai penyebabnya. Karena dengan cuaca tidak menentu seperti ini, serangan virus menjadi lebih kuat. Akibatnya, tanaman cabai usia produktif hingga satu tahun ini, lebih cepat mati, sehingga, ia harus segera melakukan strerilisasi kebunnya.

    Dikatakan, Taryana, saat normal, harga jual cabai rawit domba, sekitar Rp 30 ribu perkilogram di pasaran. Sedangkan harga pembelian dari petani seharga Rp 15 ribu perkilogram. Namun kini saat harga di pasaran mencapai lebih dari Rp 100 ribu per kilogram dan harga dari petani mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram.

    "Tapi karena gagal panen, hanya sedikit cabai yang bisa dipanen. Sedangkan sisanya membusuk di kebun. Jadi wajar saja saat ini harga cabai di pasaran tinggi, karena memang suplai dari kebun sangat kurang. Kondisi ini juga terjadi di daerah lainnya,"ujarnya.

    Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Katapang dan Pasirjambu. Tanaman cabai terlihat mati dengan buah membusuk.

    "Seminggu lalu sudah dipanen, sisanya dibiarkan mengering dan mati. Karena memang tanamannya sudah rusak. Yah jelas saja para petani seperti kami rugi," kata Euis Rokayah petani cabai di Desa Cilampeni Kecamatan Katapang.

    Tak hanya cabai, lanjut Euis, tanaman lainnya seperti tomat dan sayuran lainnya pun pertumbuhannya terganggu. Ini terjadi akibat cuaca yang tidak menentu.

    "Tanaman lainnya juga sama terganggu. Bahkan mati dan membusuk,"katanya.