• KONI KBB Keluhkan Banyak Warung di Venue Ski Air

    Oleh : Fuad Hisyamudin10 Januari 2017 20:05
    fotografer: Fuad Hisyamudin
    •  Share
    INILAH, Bandung-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempertanyakan komitmen PT Indonesia Power (IP) terkait pengelolaan venue ski air, yang ada di Desa Cimerang Padalarang.

    Komitmen yang dipertanyakan oleh KONI adalah banyaknya bangunan berupa warung-warung semi permanen yang ada disekitar venue. KONI KBB tersinggung, karena pengelolaan venue tersebut seharusnya dimusyawarahkan terlebih dahulu.

    Namun kenyataannya, saat ini, sedikitnya sepuluh bangunan warung makanan dan minuman ringan berdiri di sekitar venue yang menjadi salah satu lokasi kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat kemarin.

    Padahal, pengelolaan venue ski air yang lokasinya di belakang komplek perumahan Kotabaru Parahyangan Padalarang KBB ini seharusnya tidak mutlak dikelola oleh pihak IP. Sementara sebelumnya, pihak KONI KBB telah melakukan kesepakatan dengan pihak IP agar lahan tersebut digunakan untuk kegiatan olahraga.

    Ketua II Bidang Prestasi (Binpres) KONI KBB Sumardianto mengatakan, keinginan KONI KBB, sebelum dikontrakan kepada pihak lain sebaiknya ditawarkan dulu ke pihaknya.

    “Kita membutuhkan lahan itu, terutama untuk latihan cabor eksibisi seperti Muathai, Get Ball dan Word Ball. Apalagi menjelang PORDA sekarang, kita butuh lokasi untuk latihan. Tapi tiba-tiba ada informasi IP sudah memberikan kontraknya ke pihak lain secara individual,” sesalnya, saat ditemui INILAH di Sekretariat KONI KBB, Selasa (10/1/2017).

    Dijelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pekan olah raga daerah (Porda). Namun sayang, salah satu venue yang sempat dikatakan sukses dalam PON kemarin, malah dipakai untuk sesuatu yang bukan peruntukannya.

    Kata dia, ada 11 cabang olah raga (Cabor) yang akan dipertandingkan dalam Porda nanti. Kesebelas cabor tersebut adalah ski air, dayung, panjat tebing, menembak, catur, voli pantai, futsal, sepeda gunung, muathai, get ball dan word ball.

    “Kita akan kembangkan kesebelas cabor itu di sekitar venue ski air. Bahkan Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) juga mengatakan, akan memanfatkan sarana prasarana di venus tersebut untuk kegiatan pembinaan kader,” terangnya.

    Namun kenyataannya, di sekitar venue kini telah bermunculan warung-warung sehingga mematahkan konsep yang akan dikembangkannya. Ia juga menyatakan keheranannya, karena selama ini KONI KBB tidak pernah diajak bicara sekitar ijin bangunan warung-warung tersebut.

    “Paling tidak kita bisa menyatakan keberatan karena ini tidak sejalan dengan konsep kita. Sampai sekarang, kita belum dapat informasi apapun dari pihak IP,” ujarnya.

    Terkait persoalan ini, ia mengatakan dalam waktu dekat akan mengklarifikasikan persoalan ini ke manajemen IP. “Kita akan datang langsung ke IP untuk mempertanyakannya,” jelasnya.

    Sementara itu, INILAH belum berhasil melakukan konfirmasi kepada perwakilan pihak IP. Di venue ski air, tidak ada pihak IP yang bisa dimintai keterangan.

    Sementara Aban (55), pemilik salah satu warung yang ditemui di sekitar venue mengaku, dirinya telah mendapatkan ijin untuk mendirikan warung tersebut dari PT Indonesia Power (IP).

    “Saya mengontrak tanahnya dari IP, sama dengan KONI juga. Kira-kira, sebulan lalu saya mulai berjualan di sini,” ucapnya, Selasa (10/1).

    Namun Aban, enggan menyebutkan biaya kontrak tersebut. Ia hanya mengatakan jika sebelumnya, tidak diperbolehkan berjualan di sekitar venue tersebut. Terlebih ketika berlangsungnya PON XIX. "Setelah PON kemarin boleh berjualan lagi," singkatnya. [jek]


-->