• Headline

    PDIP Buka Pendaftaran Calon untuk Pilwakot Kota Bandung

    Oleh : Yogo Triastopo11 Januari 2017 17:56
    INILAH, Bandung - Menyambut Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bandung memberikan kesempatan untuk maju sebagai Wali Kota Bandung.

    "Saya kira tidak hanya sekadar membuka ekslusif kader partai dalam Pilkada kali ini, tetapi kepada siapa saja yang berpotensi," kata Ketua DPC PDIP Kota Bandung Isa Subagja di Graha DPRD Jalan Sukabumi Kota Bandung, Rabu (11/1/2017).

    Menurut ia, PDIP Kota Bandung hingga sekarang belum mempersiapkan diri secara khusus menghadapi Pilkada mendatang. Pasalnya pihaknya belum mendapat petunjuk pelaksanaan (Juklak) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk melakukan proses awal.

    "Untuk sementara, kita internal belum melakukan. Tetapi pada intinya, sesegera mungkin kita akan melaksanakan persiapan. Kalau melihat tahapan internal KPU, Agustus harus sudah berjalan, mungkin sebelum itu," ucapnya.

    Terlepas itu, Isa menyambut positif adanya sejumlah nama yang telah mengikrarkan diri siap bertarung di Pilwakot 2018. Setidaknya ada tiga nama dari dua partai berbeda siap memperebutkan kursi nomor satu di Kota Bandung.

    Ketiganya adalah Ketua DPC Partai Demkorat Kota Bandung Erwan Setiawan, mantan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda serta Sekretaris DPD PDIP Gatot Tjahyono.

    "Pemimpin di Kota Bandung bisa berangkat dari mana saja yang akhirnya nanti mengabdikan diri untuk masyarakat. Ada juga teman-teman yang sudah memperkenalkan diri secara personal. Ini menandakan banyak individu yang ingin mengabdikan diri untuk Kota Bandung," ujar dia.

    PDIP sendiri dituturkan Isa memiliki mekanisme dalam mengusung calon yang dipilihnya. Soal dua kader PDIP yang mulai membuka diri kepada masyarakat, merupakan hak setiap kader menunjukkan potensi yang dimiliki sehingga memang layak menjadi pemimpin Kota Bandung.

    "Munculnya nama Ayi dan Gatot, itu saya pikir bagus. Karena seseorang yang akan tampil, minimal harus dikenal dan harus mulai melakukan pendekatan juga memperkenalkan konsep menata Bandung dan sebagainya. Ukurannya siapa saja, kita ada survei secara berjenjang dari DPD dan DPP," ucapnya.

    Isa menambahkan, tidak menutup kemungkinan bagi PDIP melakukan kolaborasi bersama partai lain kendati jumlah kursi partai bermoncong banteng putih di Kota Bandung lebih dari cukup.

    "Saya kira itu nanti proses selanjutnya. Paling penting kita menyiapkan dulu hasil penjaringan. Kita memang bisa mengusung, tetapi artinya bukan kita cukup sendiri kalau bicara membangun Bandung. Pada prinsipnya, kita membuka bagi siapapun yang ingin maju di Pilwakot mendatang," tandas Isa.




meikarta.. the world of ours