• Kereta Cepat Bandung-Jakarta Masih Jauh dari Pelaksanaan

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha11 Januari 2017 18:56
    •  Share
    INILAH, Soreang- Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang berada di wilayah Kabupaten Bandung masih jauh dari pelaksanaannya.

    Meski sebenarnya revisi Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung telah mengakomodir untuk kebutuhan pembangunan jalur dan stasiun kereta api cepat tersebut, namun hingga saat ini belum ada Penunjukan Lokasi (Penlok) untuk proyek tersebut dari Pemerintah Pusat belum turun.

    Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Firman B Sumantri, mengatakan di Kabupaten Bandung, proses pembangunan sarana kereta cepat ini, baru sebatas penyelarasan kebutuhan ruang dalam RTRW Kabupaten Bandung.

    Setelah itu belum ada kelanjutan apapun juga. Karena, untuk melaksanakan suatu proyek pembangunan itu, setelah memenuhi persyaratan RTRW, tahap selanjutnya adalah Penlok yang akan dijadikan suatu proyek pembangunan. Kemudian, dilanjutkan dengan sosialisasi pembebasan lahan masyarakat.

    "Kami disini baru selesai penetapan RTRW 2016, dan sudah mengakomodir untuk kebutuhan proyek kereta cepat ini. Tapi sampai saat ini dari pusat belum ada Penloknya, apalagi sosialisasi pembebasan lahannya juga belum dilakukan,"kata Firman, Rabu (11/1/17).

    Dikatakan Firman, berdasarkan RTRW Kabupaten Bandung 2016 adalah daerah Desa Tegalluar di Kecamatan Bojongsoang sebagai stasiun pemberhentian terakhir. Sedangkan jaringan penunjangnya hingga ke Kecamatan Cileunyi dan sekitarnya, berupa pembangunan jalan dan Light Rail Transit (LRT).

    Firman melanjutkan, ketidakjelasan rencana pembangunan kereta cepat ini, jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Yakni masyarakat di kawasan yang akan dibangun menjadi sarana penunjang kereta cepat.

    Sehingga, ia mempunyai kewajiban untuk mempertanyakan proses pembangunan sarana kereta cepat kepada Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

    Terlepas dari manfaat kereta cepat bagi warga Bandung atau Jakarta, katanya, pembangunan LRT yang menjadi sarana transportasi pendukung kereta cepat dinilai akan lebih berguna bagi masyarakat. Sebab, LRT akan menghubungkan sejumlah kecamatan di Bandung Raya.

    "Terlepas dari sepenting apakah kebutuhan akan kereta cepat ini dibandingkan dengan jalan tol yang sudah ada. Apakah fungsi tol sudah sangat parah sehingga harus ada kereta cepat, saya tidak tahu. Tapi, yang jelas masyarakat akan sangat terbantu dengan LRT yang menghubungkan Bojongsoang, Cileunyi, Banjaran, sampai Soreang,"ujarnya.

    Firman melanjutkan, pembangunan kereta api cepat ini melintasi beberapa Kabupaten/Kota, mulai dari Jakarta hingga Kabupaten Bandung. Hal ini juga harus menyesuaikan dengan RTRW di semua daerah yang dilintasinya ini. Begitu juga dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus melakukan sinkronisasi RTRW daerah yang dilintasi kereta cepat.

    Namun sejauh ini, proses pembangunan stasiun atau rel kereta cepat baru terlihat di Kabupaten Bandung Barat dan daerah lainnya. Sedangkan di Bekasi, tengah dibangun jalur LRT sebagai transportasi pendukung kereta cepat.

    "RTRW semua daerah yang terlintasi juga harus disingkronkan. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Selain itu kalaupun disingkronkan pun apakah memungkinkan atau tidak. Karena dalam Undang-undang Tata Ruang itu ada aturan yang menyebutkan jika revisi RTRW setiap daerah itu bisa dilakukan setelah lima tahun. Kan di setiap daerah itu tidak semuanya sudah lima tahun. Kalau dipaksakan juga itu pelanggaran pidana,"katanya.


-->