• Headline

    Gerindra Bidik Lima Tokoh Jabar

    Oleh : Dery Fitriadi Ginanjar20 Maret 2017 19:05
    INILAH, Bandung " Diam-diam DPD Partai Gerindra Jabar sudah menjalin silaturhami dan komunikasi politik dengan lima besar tokoh Jabar. Kelima tokoh tersebut disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menjadi Gubernur Jabar 2018-2023. Siapa saja kelima nama tersebut?

    Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi menyatakan, pihaknya sudah menggelar silaturahmi dengan 5 besar tpokoh Jabar secara informal. Dirinya menekankan kepada pentingnya tentang kesamaan perjuangan, sambil melihat sejarah figur secara hati-hati.

    “Kami minta pendapat dan pandangan setiap tokoh soal Pilgub Jabar 2018. Kami ingin dengar rencana-rencananya. Lalu pandangan mereka terhadap Gerindra, serta pendapat soal kandidat lain,” kata Mulyadi saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (20/3/2017).

    Mulyadi mengungkapkan, tokoh pertama yang ditemui adalah Ridwan Kamil. Selanjutnya Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, Dede Yusuf, dan Agung Suryamal. Sebenarnya mereka bisa langsung diusung kalau ada statement menyatakan kesediaannya menjadi kader,” ungkapnya.

    Kalau kelima nama tersebut tidak menyatakan diri menjadi kader, Mulyadi menjelaskan, Partai Gerindra memiliki mekanisme internal. Misalnya saat ini sedang berlangsung Rapimcab di 27 kota/kabupaten. Salah satu hasil Rapimcab adalah rekomendasi terkait Pilgub Jabar yang akan dibacakan para Rapimda Jabar yang digelar awal April nanti.

    “Hasil dari Rapimda dilaporkan kepada Ketua Umum. Beliau yang akan mengkaji dan memutuskan. Kemenangan Pilgub Jabar dan Pilkada 2018 menentukan perjuangan partai selanjutnya,” kata dia.

    Mulyadi mengatakan, kewenangan Prabowo Subianto pula yang menentukan Partai Gerindra bergabung dengan Partai Nasdem mengusung Ridwan Kamil atau membuat poros baru. Terlebih Partai Gerindra memiliki komunikasi dan komitmen dengan Partai Keadilan Sejahtera.

    “Kita membuka komunikasi. Memang diakui baru intensif dengan PKL. Kalau partai lain belum. Bukan berarti eksklusif, tapi kalau mau berjuang mungkin bisa bersama-sama. Yang pasti, mekanisme partai terbukti telah melahirkan tokoh berprestasi, semacam Ridwan Kamil,” tegasnya. [jek]