• Deddy Mizwar : Dua Tahun Kedepan Wilayah Kahatex Masih Banjir

    Oleh : dea20 Maret 2017 19:09
    INILAH, Bandung - Banjir kembali melanda kawasan Rancaekek dan sekitarnya. Banjir terjadi tiap kali wilayah tersebut diguyur hujan yang menyebabkan air meluap dari sungai dan menggenang di sekitar jalan nasional di depan pabrik textil Kahatex.

    ‎Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjelaskan, penanganan banjir di kawasan tersebut memang tengah diupayakan oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

    Salah satu upaya tersebut diantarnya adalah dengan melakukan normalisasi terhadap tiga sungai yang melewati kawasan tersebut. Ketiga sungai tersebut yakni Sungai Cikijing, Sung‎ai Cimande, Sungai Cikijing dan Sungai Cikeruh.

    Program normalisasi sungai tersebut diakui Deddy dirancang selama dua tahun ‎. Sehingga diharapkan di tahun 2018 akhir permasalahan banjir di kahatex ini bisa segera diselesaikan. Pasalnya saat ini jalan tersebut merupakan jalan utama penghubung antara Bandung dengan kota-kabupaten lainnya, seperti Garut dan Tasik.

    "BBWS Citarum sejak akhir tahun lalu sudah mengerjakan itu normalisasi tiga anak sungai. Rencana kerjanya aja dua tahun. Jadi harus nunggu sampai akhir 2018, Karena pekejaannya besar," kata Deddy di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (20/3/2017).

    Menurut dia, nantinya treatmen yang paling memungkinkan untuk menyelesaikan banjir di kahatex adalah dengan melakukan pengerukan sedimentasi pada sungai-sungai tersebut yang kini mengalami pendangkalan. Serta dilakukan pelebaran sungai dan dibuatkan tanggul.‎

    Menurutnya masterplan ini sudah mulai dikerjakan akhir 2016 lalu. Dengan total dana yang dianggarkan sebesar Rp 599 miliar yang berasal dari pinjaman dari luar negeri yakni dari Asian Development Bank (ADB)

    "Kenapa pinjaman? Nggak punya duit pemerintah juga. Jadi dua tahun memang. Nggak bisa gerak dipercepat juga. Ada master plannya perencanaan jadi dikerjakannya dua tahun," ujarnya.

    Ia menyebutkan waktu dua tahun memang menjadi target penyelesaiannya yang tercantum pada masterplan penyelesaian banjir kahatex. Sehingga ia pun mengaku tidak mau menjanjikan harapan palsu kepada masyarakat dengan menargetkan waktu yang lebih cepat.

    "Jangan kita bohongi masyarakat lah.
    Karena itu memang dua tahun penerjaannya menurut yang diberitahu BBWS," ucapnya..

    Ia menambahkan meski permasalahan ini bukan kewenangannya, Pemprov Jawa Barat dikatakannya akan terus mendorong upaya-upaya lainnya yang berada pada kewenangan Pemprov, untuk membantu mengatasi banjir yang kerap memutus jalur Garut dengan Bandung tersebut. Yakni meninggikan jalan-jalan yang rendah dan rentan tergenang air.

    Selain itu, Pemprov sendiri sudah mengutus Dinas Lingkungan Hidup untuk memantau kondisi terkini disana terkait informasi pembongkaran sebagian bangunan yang menutup sungai Cikijing yang dilakukan sendiri oleh Pihak Kahatex.

    "Sementara kalau urusan jalan kan urusan bina marga, kita juga sudah mengutus Pa Anang (kepala LH Provinsi Jawa Barat) untuk meninjau" ucapnya.

    Untuk itu pihaknya pun mendorong PT Kahatex untuk segera menyelesaikan pembongkaran bangunannya yang menutupi Sungai Cikijing tersebut. Pasalnya bangunan yang menutupi sungai ini ditengarai menjadi salah satu faktor penyebab banjir.

    "Kahatex itu memang harus dibongkar. Penyebab (banjir) atau bukan itu harus dibongkar karena menutup permukaan sungai. Sebagian sudah (dibongkar) katanya," tutur Deddy.

    Oleh karenanya, dalam jangka panjang upaya lain yang harud dilakukan pemerintah pusat adalah dengan membuat jalan utama lainnya, karena menurut Deddy kedepannya mau banjir ataupun tidak jalan tersebut akan tetap macet. Sebab jalan ini menjadi satu-satunya jalan utama menuju Garut dan Tasik.

    "Ya itu dengan jalan Cigatas, makanya jangan hanya itu jalan utamanya," imbuhnya.

    Sementara itu solusi jangka pendek pada permasalahan banjir ini, Deddy menyebutkan pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan pompa untuk menyalurkan air yang tergenang. Pemerintah daerah terkait seperi Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung juga diminta untuk membenahi saluran drainasenya. Sehingga mendukung upaya normalisasi sungai yang tengah dilakukan.‎ [jek]