• Headline

    Wow, Sudah Lima Partai Hubungi Demiz Maju di Pilgub Jabar

    Oleh : dea20 Maret 2017 19:32
    fotografer: Dea Andriyawan
    INILAH, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan dirinya siap kalaupun harus head to head dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2018 mendatang.

    Ia pun tidak menampik jika dirinya sudah dihubungi oleh setidaknya lima partai politik yang dikabarkan merapat untuk mengusungnya. Diantaranya yang mulai melirik dirinya untuk Jabar 1 adalah Gerindra dan PKS.

    "Ah ada lah yang ngobrol-ngobrol, tadi aja nambah satu," ungkapnya sambil tertawa ketika ditemui di Bandung, Senin (20/3/2017).

    Namun dengan isu mengenai pencalonan dirinya yang berhembus di masyarakat Jabar, dirinya enggan mengambil pusing. Dia tetap menyerahkan keputusan dirinya pada partai mengenai naik ataupun tidak.

    "Saya enjoy aja, naik boleh tidak juga boleh, jangan kegeeran," jelasnya.

    Meski demikian, Wagub yang dijuluki Jendral Naga Bonar ini tetap berterimakasih terhadap seluruh pihak yang memberikan kepercayaan terhadap dirinya untuk melanjutkan pengabdian di Jawa Barat.

    Lebih lanjut ia memastikan tidak akan terganggu kinerjanya sebagai Wagub aktif, karena menurutnya jangan sampai euporia politik ini mengganggu kewajibannya sebagai Wakil Gubernur.

    Ketika disinggung mengenai kesiapan dirinya untuk disandingkan dengan nama lain, dia mengatakan dirinya siap-siap saja jika nantinya dipasangkan dengan nama lain.

    Hanya saja untuk menjadi Wakil Gubernur kembali, dia bersedia juga hanya saja ia tetap akan melihat dengan siapa ia disandingkan.

    "jadi nomer dua siap, tapi liat dulu nomor satunya siapa," tegasnya.

    Demiz menilai, kemunculan deklarasi dan juga dukungan terhadap tokoh-tokoh di Jabar untuk menjadi Gubernur adalah dinamika politik. Sehingga dirinya enggan terbawa oleh dinamika tersebut.

    Ia mencontohkan, pada 2013 lalu, dirinya awalnya tidak ingin masuk pada ranah politik, namun dengan skenario Illahi ia akhirnya masuk dan terpilih menjadi wakil gubernur.

    "Saya ikuti takdir Allah. Dulu juga Gamau, tapi tiba-tiba jadi kan karena skenario Allah, kalo ini baik untuk saya dekatkan kalo tidak baik jauhkan dari sekarang," pungkasnya.

    Untuk itu, ia tidak memungkiri dinamika yang terjadi pada dunia politik. Artinya kata dia, segala kemungkinan pada politik akan sangat mungkin terjadi. Bahkan sekalipun ia tidak dicalonkan, ia tidak akan mempermasalahkan itu. [jek]