• Penyerapan PIPPK 2016 Mencapai 96 Persen

    Oleh : Yogo Triastopo21 Maret 2017 17:09
    •  Share
    INILAH, Bandung - Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) di Kota Bandung dinilai Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sukses menghadirkan perubahan merata di masyarakat.

    Dia mengatakan, bahwa konsep PIPPK adalah konsep yang paling benar dalam teori pembangunan apapun. Dia berpandangan, bahwa pada hakikatnya, pembangunan adalah kebersamaan pemerintah dan masyarakat.

    "Perubahan hanya tanggung jawab pemerintah, saya katakan itu salah besar. Itu primitif," kata Ridwan di Balai Kota Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (21/3/2017).

    Sebaliknya menurut dia, jika masyarakat sebuah negara telah mampu turut berpartisipasi dalam urusan pembangunan negara, itulah ciri negara beradab. Melalui PIPPK, Kota Bandung sudah dekat dengan tujuan tersebut.

    "Jadi semangatnya di keluruhan, kecamatan, hingga di pusat. Masyarakat harus lebih pintar, lebih sejahtera dan lebih mandiri, bisa mensejahterakan lingkungan dan mensukseskan program dengan inisiatif sendiri," ucapnya.

    Dijelaskan Ridwan, konsep PIPPK bukanlah program politik, melainkan murni teori pembangunan. PIPPK merupakan konsep desentralisasi dimana kekuatan pembangunan disebarkan secara merata keseluruh wilayah.

    "Perubahan akan cepat karena dibelanjakan masyarakat dan dikerjakan masyarakat," ujar dia.

    Pencapaian PIPPK 2016, dituturkan dia sudah bisa dirasakan masyarakat. Adapun pencapaian tersebut diantaranya perbaikan jalan di lingkungan sepanjang 526 ribu meter persegi dan 762 unit rumah warga miskin.

    "Ada 335 unit MCK umum dibangun, 210 ribu meter gorong-gorong diperbaiki, 51 taman baru hadir di kewilayahan, 242 gapura, 2357 unit sumur resapan, 214 masjid direnovasi dan 700 titik lampu diperbaharui," ucapnya.

    Untuk 2016, Pemkot Bandung disebut dia menganggarkan Rp 207.957.546.235 dengan penyerapan anggaran mencapai Rp 199.868.187.911. Di tahun 2016 juga pelaksanaan PIPPK menyerap partisipasi masyarakat sebesar Rp 36.266.874.140.

    "Penyerapaannya sekitar 96,11 persen dan menyerap partisipasi masyarakat sekitar 18,15 persen dari total penyerapan PIPPK 2016," tandas dia. [jek]


-->