• Demiz Ajak Hanura Kuatkan Demokrasi di Jabar

    Oleh : dea21 April 2017 16:38
    INILAH, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengajak seluruh stakeholder partai politik di Jawa Barat untuk secara bersama-sama menguatkan kehidupan demokrasi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

    Terlebih saat ini dalam waktu dekat akan menggelar Pilkada serentak di 16 Kabupaten/kota dan Pilgub 2018 mendatang.

    "Rakorda penting, bagaimana ini untuk menyongsong Pilkada dan Pilgub 2018," ungkapnya usai menghadiri Rakorda II tahun 2017 DPD Partai Hanura Provinsi Jawa Barat "Penguatan kelembagaan partai menghadapi agenda politik nasional verifikasi faktual, pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019."

    Rakorda menurut Demiz sapaan akrabnya menjadi sangat penting di mana masukan-masukan dari bawah akan diserap dan dilakukan aktualisasi oleh kader Hanura untuk dijadikan bekal dalam menentukan calon untuk Pilgub dan juga Pilkada 2018.

    Pilkada, tutur Demiz, merupakan demokrasi yang baik untuk menentukan pemimpin yang baik ke depannya, sehingga Demiz menekankan pentingnya konsolidasi untuk menjadikan Pilkada dan Pilgub yang aman dan nyaman.

    "Karena berangkat dari kebaikan, nanti akan menghasilkan pemimpin yang baik," imbuhnya.

    Ketika disinggung mengenai komunikasi politik yang dilakukan oleh dirinya dengan Partai Hanura, ia menjelaskan hanya sebatas komunikasi politik biasa saja.

    Wakil Gubernur Deddy Mizwar menghadiri undangan Rakerda Partai Hanura bersama Walikota Bandung Ridwan Kamil. Demiz dengan Emil sapaan Ridwan Kamil duduk berdampingan di bangku undangan VIP.

    Ketika disinggung mengenai pembicaraan apa saja yang dilakukan kedua tokoh yang digadang-gadang menjadi calon kuat Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2018, Demiz hanya tersenyum dan mengaku melakukan pembicaraan biasa saja.

    "Ya banyak yang dibicarakan, macam-macam," ungkapnya.

    Dalam sambutannya, Demiz banyak menyinggung tantangan Jawa Barat di masa yang akan datang, bagaimana Indonesia pada 2030 diperkirakan akan menjadi global player, menjadi kekuatan ekonomi peringkat ke 5 di dunia.

    Hal tersebut menurut Demiz, diakibatkan bonus demografi yang menjadikan usia produktif masyarakat Indonesia mencapai 70 persen.

    "Yang penting bisa kelola bersama agar bisa mempunyai SDM yang terampil dengan berdaya saing, dengan meningkatkan kesehatan, pendidikan, juga infrastruktur untuk menunjang infrastruktur," pungkasnya. [ito]