• Headline

    Umbar Aurat, Warga Tolak Acara Car Wash di Jalak Harupat

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha21 April 2017 17:18
    INILAH, Soreang- Sejumlah warga di Kabupaten Bandung menolak kegiatan car wash kontes yang digelar oleh auto vision, IMI Jabar dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bandung yang akan digelar komplek olahraga Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin pada Sabtu (22/4) besok. Kegiatan tersebut dinilai tidak sesuai dengan budaya Sunda,norma agama serta karakter masyarakat Kabupaten Bandung.

    Ketua Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten Bandung, Tubagus Topan Lesmana menyayangkan digelarnya kegiatan tersebut. Karena dikhawatirkan acara kontes car wash seperti ini melanggar etika, kesusilaan dan juga norma agama. Sehingga, sebagai bagian dari pemuda Kabupaten Bandung ia menolak keras digelarnya kegiatan tersebut.

    “Kami menolak kegiatan seperti itu digelar di Kabupaten Bandung, karena bertolak belakang dengan visi misi Kabupaten Bandung yang religius. Kami minta Pemkab Bandung bisa lebih selektif dalam mendukung acara yang akan digelar di daerahnya,” kata Topan , Jumat (21/4).

    Topan meminta pihak penyelenggara membatalkan acara tersebut, sebelum terjadi reaksi keras yang lebih luas dari masyarakat Kabupaten Bandung. Karena biasanya, dalam pertunjukan car wash kontes selalu mempertontonkan aurat perempuan.

    “Kami harap pihak penyelenggara peka terhadap karaktar masyarakat Kabupaten Bandung yang religius dan menjunjung tinggi norma dan etika sebagai orang Sunda. Jangan sampai acara tersebut memicu keresahan dan konflik di masyarakat,” ujarnya.

    Topan juga mempertanyakan terbitnya perizinan kegiatan tersebut dari pihak Kepolisian. Karena acara semacam ini tidak hanya ditonton oleh orang dewasa saja, bisa saja anak-anak juga hadir di tempat itu.

    “Kami berharap polisi menindak tegas dan melarang kegiatan seperti itu. Apalagi Kapolda Jabar kan punya program Polisi Santri yang salah satu tugasnya adalah pembinaan aqidah masyarakat, masa malah memberikan izin untuk acara seperti ini,”katanya.

    Topan melanjutkan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Kejurda Rally yang digelar oleh IMI Jabar. Yakni sprint, tim rally dan slalom rally.

    “Di komplek olahraga Jalak Harupat juga bukan lintasan balap resmi, kenapa dilaksanakan di sana. Dan berdasarkan kabar yang kami terima juga mendapatkan dukungan dana dari Pemkab Bandung. Katanya lintasan yang akan dipakai itu di jalan seputaran stadion Jalak Harupat yang baru saja diperbaiki jelang pelaksanaan PON kemarin,”ujarnya.

    Ade Ruhiat (47) salah seorang warga Kecamatan Kutawaringin, mengaku tak setuju dengan digelarnya perhelatan car wash kontes itu. Ia khawatir dapat merusak moral anak-anak, karena biasanya dalam kegiatan seperti itu selalu mempertontonkan perempuan berpakaian minim dan berlenggak lenggok erotis di atas kendaraan.

    “Kami sebagai warga Kabupaten Bandung tentu tidak mau anak-anak melihat adegan atau tontonan yang tidak pantas. Sudah mah saat ini tontonan di televisi juga banyak yang enggak benernya, eh sekarang mau diadakan langsung di hadapan masyarakat. Kami minta pihak terkait sebaiknya membatalkan kegiatan tersebut,” ujarnya. [ito]