• Headline

    Andi Malarangeng Bebas

    Oleh : Ahmad Sayuti21 April 2017 20:02
    INILAH, Bandung- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era pemerintahan SBY, Andi Alfian Malarangeng akhirnya menghirup udara segar. Terpidana kasus korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet Hambalang keluar dari Lapas Kelas 1 Sukamiskin setelah menjalani vonis empat tahun.

    Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko menyebutkan, mantan politisi Partai Demokrat tersebut seharusnya bebas murni pada 2017. Sebab di 2015, yang bersangkutan menerima remisi selama tiga bulan.

    "Beliau sudah meninggalkan lapas sekitar pukul 16.30 WIB," katanya saat dihubungi, Jumat (21/4/2017).

    Andi keluar lapas setelah mendapat cuti menjelang bebas (CMB) selama tiga bulan. Untuk bebas murninya Juli 2017, setelah menerima remisi dasawarsa pada 17 Agustus 2015.

    Menurutnya, begitu keluar dari Lapas Klas I Sukamiskin, Andi terlebih dahulu melapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas I Bandung. Andi pun saat keluar dijemput oleh keluarganya.

    "Informasi yang saya dapatkan, beliau langsung pulang ke Jakarta," ujarnya.

    Meski sudah dinyatakan bebas dari penjara, Dedi menyebut Andi tetap harus melapor ke Bapas selama proses CMB-nya berlaku hingga masa bebas murninya tiba. Pelaporan ke Bapas harus dilakukan Andi setiap bulan.

    Seperti diketahui, Andi Alfian Mallarangeng divonis hukuman pidana penjara selama 4 tahun oleh pengadilan tingkat pertama. Putusan itu dikuatkan di tingkat banding dan tingkat kasasi.

    Selain itu, Andi juga dihukum denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan penjara. Ia terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana proyek pembangunan pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor.

    Dalam putusannya, hakim menilai Andi terbukti menyalahgunakan wewenang sehingga menguntungkan diri sendiri, dan atau orang lain, dan atau korporasi sesuai Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

    Kesalahan Andi dianggap terbukti memperkaya diri sendiri sebesar Rp 2 miliar dan USD 550 ribu dari korupsi proyek Hambalang. Semua uang itu diterima Andi melalui adiknya, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng.

    Andi juga dinyatakan terbukti memperkaya orang lain, yakni Wafid Muharam, Deddy Kusdinar, Nanang Suhatmana, Anas Urbaningrum, Mahyudin, Teuku Bagus, Machfud Suroso, Olly Dondokambey, Joyo Winoto, Lisa Lukitawati, Anggaraheni Dewi Kusumastuti, dan Adirusman Dault. Selain itu, ia juga dinyatakan terbukti memperkaya sejumlah korporasi. [ito]