• Headline

    Acara Car Wash di Jalak Harupat Bukan Rangkaian Hari Jadi Kab Bandung

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha21 April 2017 20:12
    INILAH, Soreang-Acara car wash kontes yang akan digelar di komplek olahraga Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin pada Sabtu (22/4) bukan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Kabupaten Bandung ke 376. Pemerintah Kabupaten Bandung pun tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

    "Kami tegaskan acara car wash kontes di Jalak Harupat itu bukan bagian dari rangkaian hari jadi Kabupaten Bandung ke 376. Itu yang punya acara IMI Jabar cuma meminjam tempat di Jalak Harupat,"kata salah seorang panitia peringatan hari jadi Kab Bandung ke 376, Prabowo kepada INILAH, Jumat malam,(21/4/17).

    Menurut Prabowo, acara car wash kontes yang digelar oleh IMI Jabar itu, sama sekali tidak ada dalam susunan (rundown) acara peringatan hari jadi Kab Bandung ke 376. Ini bisa dibuktikan dalam rundown yang terpampang di banyak selebaran, spanduk serta alat sosialiasi lainnya.

    "Susunan acara hari jadi sudah jelas terpampang di mana-mana. Seperti kegiatan pesta rakyat Kamojang, gebyar pariwisata dan kebudayaan sabilulungan, kemudian jalan sehat di Jalak Harupat dan lain sebagainya. Kalau kegiatan car wash itu bukan kegiatan kami, jadi kami dari panitia sama sekali tidak bikin acara seperti itu,"ujarnya.

    Terkait munculnya pemberitaan mengenai keresahan warga yang seolah mengaitkan acara car wash tersebut dengan peringatan, lanjut Prabowo, pihak panitia peringatan hari jadi Kab Bandung ke 376 langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang berwenang terhadap pengelolaan komplek olahraga Stadion Si Jalak Harupat.

    "Kami juga langsung berkoordinasi dengan Dispora mengenai ini. Yah itu jawabannya, memang itu di luar kegiatan hari jadi, dan Dispora pun sudah menegur pihak penyelenggaranya,"katanya.

    Sejumlah warga di Kabupaten Bandung menolak kegiatan car wash kontes yang digelar oleh auto vision, IMI Jabar yang akan digelar komplek olahraga Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin pada Sabtu (22/4) besok. Kegiatan tersebut dinilai tidak sesuai dengan budaya Sunda,norma agama serta karakter masyarakat Kabupaten Bandung.

    Ketua Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten Bandung, Tubagus Topan Lesmana menyayangkan digelarnya kegiatan tersebut. Karena dikhawatirkan acara kontes car wash seperti ini melanggar etika, kesusilaan dan juga norma agama. Sehingga, sebagai bagian dari pemuda Kabupaten Bandung ia menolak keras digelarnya kegiatan tersebut.

    “Kami menolak kegiatan seperti itu digelar di Kabupaten Bandung, karena bertolak belakang dengan visi misi Kabupaten Bandung yang religius. Kami minta Pemkab Bandung bisa lebih selektif dalam mendukung acara yang akan digelar di daerahnya,” kata Topan , Jumat (21/4).

    Topan meminta pihak penyelenggara membatalkan acara tersebut, sebelum terjadi reaksi keras yang lebih luas dari masyarakat Kabupaten Bandung. Karena biasanya, dalam pertunjukan car wash kontes selalu mempertontonkan aurat perempuan.

    “Kami harap pihak penyelenggara peka terhadap karaktar masyarakat Kabupaten Bandung yang religius dan menjunjung tinggi norma dan etika sebagai orang Sunda. Jangan sampai acara tersebut memicu keresahan dan konflik di masyarakat,” ujarnya.[ito]