• Headline

    Pangalengan Geger Andriani Dikaitkan Akil Mochtar

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha19 Mei 2017 15:58
    INILAH,Soreang-Ketenangan warga Kampung Karang Tengah RT 02 RW 07 Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, dikejutkan dengan kedatangan berbagai orang yang mencari salah seorang warga berbama Andriani Sabar.

    Nama Andriani Sabar dikaitkan dengan Miko Fanji Tirtayasa sopir dan ajudan Muhtar Ependi yang merupakan saksi kasus suap sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan terdakwa Akil Mochtar.

    Nama Andriani Sabar disebut-sebut oleh Miko sebagai istrinya yang diduga menerima uang dari pihak yang bersengketa.

    Ketenangan kampung Karang Tengah yang berada di kawasan perbukitan, sejak sebulan terakhir ini dibuat geger oleh sejumlah orang yang datang ke kampung itu. Mereka mencari-cari Indriani Sabar.

    Oleh Miko, Indriani disebut sebagai istrinya yang menerima uang dari pihak yang bersengketa pilkada, tak hanya itu saja dalam video pengakuannya yang menjadi viral di media sosial itu, mengatakan ia dipaksa oleh oknum penyidik KPK untuk membuat kesaksian palsu untuk menjerat Muhtar Ependi dan Akil Mochtar.

    Atas kesaksian palsunya itu Miko mengatakan mendapatkan sejumlah uang dari KPK dan pihak yang bersengketa. Jika tak mau, Miko dan istrinya diancam akan dipenjarakan.

    "Banyak orang luar yang datang ke kampung ini sejak sebulan terakhir. Dari Kepolisian, Kejaksaan, KPK, advokat, media massa dan lainnya. Warga di sini juga terkejut, tadinya kampung kami yang tenang karena jauh dari keramaian kota mendadak didatangi banyak orang yang menanyakan keberadaan Andriani Sabar,"kata Ketua RT 02, Ajang Rusmana (47), Jumat (19/5/17).

    Sebenarnya, kata Ajang, warga Kampung Karang Tengah ini sangat asing dengan nama Andriani Sabar. Bahkan, banyak warga di kampung itu tak mengenalnya.

    Namun seingat Ajang, Andriani Sabar memang pernah tinggal di kampung itu saat dinikahi oleh salah seorang warganya yang bernama Ganjar sekitar 15 tahun lalu.

    "Warga di sini mengenalnya juga bukan Andriani Sabar tapi namanya Yeyen. Dia itu aslinya orang Kampung Cipinang Kecamatan Cimaung, setelah menikah enam tahun mereka bercerai punya anak satu. Nah setelah itu, Yeyen atau Andriani ini tidak pernah lagi datang ke kampung ini,"ujarnya.

    Ajang melanjutkan, dengan ramainya orang yang mencari Andriani, ia pun mencari informasi soal keberadaannya kepada Ganjar mantan suaminya. Menurut Ganjar, setelah bercerai dengannya, Andriani kembali menikah dengan seorang pria dan pernikahan kedua itu hanya bertahan beberapa bulan saja.

    Kemudian, Ganjar mendapat kabar lagi, jika mantan istrinya itu telah menikah lagi dengan seorang pria bernama Miko warga Tasikmalaya. Namun pernikahan dengan Miko pun tak lama, hanya sekitar tiga bulan.

    "Setelah itu, kata Ganjar ada kabar mantan istrinya itu menikah lagi sama seorang pria asal Baleendah. Anak dari Ganjar juga yang tadinya dititip di rumah orang tua Yeyen di Kampung Cipinang dibawa serta. Nah dari sana Ganjar juga enggak tahu lagi kabarnya,"katanya.

    Ajang mengatakan, nama Andriani ini sejak lama sudah tak tercantum dalam data administrasi kependudukan yang dipegangnya. Bahkan mungkin, sudah tak lagi tercantum di administrasi kependudukan di Desa Lamajang. Sehingga, wajar jika ia dan warga kampung lainnya sudah tak mengenal nama itu, apalagi warga setempat dulu mengenalnya dengan nama Yeyen.

    "Kalau orangnya sih seingat saya cantik tinggi langsing berambut panjang, dia itu biduan dangdut dan bajidoran. Tapi yang aneh buat saya, kan sekitar 10 atau 15 tahun lalu itu masih KTP manual yang berlaku 5 tahun sekali, kok masih bisa dipakai dan diakui oleh pihak lain, yah seperti untuk pembuatan rekening bank dan lainnya,"ujarnya.

    Mengenai kedatangan orang-orang yang mencari Andriani ini, jelas Ajang, kepada mereka ia menjelaskan dan mengarahkan untuk mendatangi orang tuanya di Kampung Cipinang. Bahkan, ia pun sempat beberapa kali mengantar tamu yang mencari Andriani ke rumah orang tuanya di Cipinang.

    "Menurut orang tuanya, Andriani ini sudah lama pergi dari rumah sejak menikah dengan orang Baleendah itu. Bahkan, anaknya dari Ganjar juga dibawa, sejak saat itu Andriani tidak pernah ada memberi kabar kepada orang tuanya. Cuma orang tuanya sempat bilang kalau dia itu di Baleendah dan sekarang ada di Jakarta,"katanya.

    Karena orang tua Andriani sudah sepuh dan tak mau menghadapi orang-orang yang datang mencari anaknya, akhirnya kedua orang tuanya itu menyerahkan urusan itu kepada pihak Desa Cipinang dan Polsek Cimaung.

    "Orang yang datang ke rumah orang tuanya juga langsung diusir. Nah kalau mau mencari informasi soal Andriani, diarahkan ke Kantor Desa Cipinang dan Polsek Cimaung. Pihak desa dan Polsek yang memberikan keterangannya,"ujarnya.

    Sementara itu, ketika INILAH menyambangi Kantor Desa Cipinang untuk mencari informasi mengenai Andriani Kepala Desa Cipinang sedang tak berada di tempat. Salah seorang staf desa mengatakan, jika kepala desa sedang berada di Polsek Katapang untuk suatu urusan. [ito]