• Headline

    Disperindag akan Pelajari Mengapa Daging Impor Rp 90 Ribu

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha19 Mei 2017 17:43
    INILAH, Soreang-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung mengakui jika harga daging sapi masih tinggi. Daging sapi lokal Rp 100 ribu perkilogram dan daging sapi impor beku seharga Rp 90 ribu perkilogram, dari harga yang ditetapkan Pemerintah seharga Rp 80 ribu untuk daging beku impor.

    Kadisperindag Kabupaten Bandung Popy Hopipah mengatakan harga daging impor beku yang mencapai Rp 90 ribu ini didapatkan oleh pedagang dari dari distributor swasta atau bukan dari Bulog. Di mana, harga awal sebesar Rp 80 ribu dan pedagang menjual Rp 90 ribu dengan keuntungan Rp 10 ribu.‬

    ‪"Ada yang Rp 60 ribu - Rp 70 ribu untuk kerbau dan tertinggi daging sapi beku sebesar Rp 90 ribu dari Australia tergantung kualitas dagingnya," kata Popy saat ditemui di pasar tradisional Soreang, Jumat (19/5/17).‬

    Kata Popy, daging impor ini dipastikan sudah masuk ke pasar tradisional. Ini menjadi indikasi jika masyarakat mulai menerima daging impor untuk dikonsumsi. Sementara itu, harga daging lokal masih mencapai Rp 100 ribu.‬

    "Jadi masyarakat ada pilihan, bisa beli daging lokal atau daging impor beku. Jadi tidak perlu khawatir lagi daging tidak ada di pasaran saat bulan puasa dan nanti lebaran,"ujarnya.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan, memang seharusnya daging sapi beku impor ini dijual Rp 80 ribu perkilogram sesuai kebijakan Pemerintah Pusat. Jika ada pedagang yang menjual di atas Rp 80 dan mendapat daging dari bulog merupakan pelanggaran.‬

    "Kalau yang jual Rp 90 ribu itu dari distributor swasta. Melihat temuan ini, kami akan membahasnya dengan tim,"katanya.

    Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik menambahkan, pengawasan terhadap stok komoditas bahan pokok akan dilakukan hingga satu pekan ke depan setelah hari raya Idul Fitri. Pihaknya akan menindak distributor atau pedagang yang sengaja menaikan harga secara sepihak.‬

    ‪"Sementara ini harga masih stabil, pasokan barang masih cukup selama puasa persediaan barang akan aman," ujarnya.

    Ia melanjutkan, pihaknya juga akan melakukan antisipasi jika terjadi penimbunan komoditas dengan bekerja sama dengan dinas terkait, dengan melakukan pengecekan ke pedagang dan distributor.

    "Kami bersama-sama dinas terkait akan terus mengawasi. Ini untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan. Pengecekan dilakukan kepada pedagang dan distributor,"ujarnya.

    Sementara itu, komoditas yang saat ini harganya melambung adalah bawang putih. Perkilogramnya naik sebesar Rp 15 ribu, sehingga saat ini perkilogram rata-rata dijual pedagang Rp 60 hingga Rp 65 ribu, dari sebelumnya hanya Rp 40 hingga Rp 50 ribu.

    "Seperempat bawang putih sekarang kami jual Rp 14 ribu. Sebelumnya cuma Rp 11 ribu perkilogram,"katanya.

    Hal senada disampaikan oleh pedagang lainnya di Pasar Soreang, Budi (40), ia membeli bawang putih dari Pasar Induk Caringin seharga Rp 50 ribu perkilogram dan dijual kembali olehnya Rp 60 ribu perkilogram.

    "Naiknya dari seminggu kemarin sekitar Rp 10 ribu. Yah kami juga tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali ikut menaikan harga jual. Konsumen juga sebenarnya banyak yang keberatan, tapi mau bagaimana lagi,"katanya. [ito]