• BPBD dan Dinkes Kab Bandung Siapkan Posko di Jalur Mudik dan Wisata

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha19 Juni 2017 14:38
    ‪INILAH, Soreang- Untuk memberikan pelayanan kepada para pemudik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan, memberikan pelayanan selama 24 jam.

    Pelayanan 24 jam ini digelar selama 16 hari untuk mendukung operasi Ramadan Raya (Ramadaniya) 2017 dengan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana.

    "Jelang lebaran BPBD dan Dinkes siaga 24 jam penuh. Dalam operasi Ramadaniya 2017 ini, Dinkes menyiapkan 10 posko kesehatan dengan semua kelengkapannya. Begitu juga dengan BPBD siap siaga 24 jam, terutama untuk pengamanan jalur mudik yang rawan bencana,"kata Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan, usai Apel Gelar Pasukan Ops Ramadniya Lodaya 2017 di Lapangan Polres Bandung di Soreang, Senin (19/6/17).

    Dikatakan Gun Gun, untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pemudik, Dinkes menyiapkan 10 posko kesehatan siaga 24 jam. Kesepuluh posko ini, tiga lokasi berada di Nagreg, tepatnya di puskesmas Nagreg, Posko Polres dan di Polsek Nagreg. Sedangkan yang lainnya berada di posko Cicalengka yakni di Nagrog dan puskesmas Cicalengka.

    “Pos Kesehatan ini tersedia juga di wilayah Cikancung, Puskesmas Ciluluk, Pos Cileunyi di Poskes Polisi Tol Cileunyi. Sisanya berada di wilayah destinasi wisata yaitu di Poskes Cimanggu Rancabali, Alun-alun Ciwidey dan Poskes di Puskesmas Pangalengan,” ujar Gun Gun.

    Gun Gun melanjutkan, untuk mendukung operasi Ramadaniya 2017, sebanyak 83 orang dokter Puskesmas dan dokter internship disiapkan. Ini didukung oleh 102 orang perawat dan 31 orang pengemudi sebagai kekuatan personil.

    "Untuk mobilitasnya, kita didukung 10 unit kendaraan Puskesmas keliling, 5 unit ambulance dan 2 unit mobil jenazah, dengan menerapkan 2 shift per hari ”katanya.

    Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Tata Iriawan Sobandi menambahkan, untuk kesiapsiagaan dalam mendukung operasi Ramadaniya tahun ini, pihaknya menyiapkan posko siaga di Pos tangan Nagreg dan kawasan wisata yang juga daerah rawan bencana yakni Rancabali, dengan didukung sejumlah personil dan peralatan.

    “Kami siapkan dua posko siaga bencana 24 jam, yakni di posko tangan Nagreg dan di kawasan wisata daerah Rancabali, dengan melibatkan 10 personil di masing-masing posko. Sedangkan untuk mobilitas kami didukung 1 unit mobil emergency, alat berat beko dan 1 unit kendaraan operasional double cabin, terutama untuk evakuasi cepat khususnya di jalur rawan bencana,”ujarnya.

    Tata mengimbau kepada para pemudik, agar selalu waspada dan siaga di manapun berada, karena bencana bisa terjadi kapan saja. Siaga 24 jam ini juga melibatkan BPBD provinsi Jawa Barat.

    “Untuk pemudik agar selalu waspada di manapun berada, khususnya saat melewati jalur rawan bencana. Kita perlu berhati-hati mengatur kecepatan kendaraan saat melintas di kawasan rawan kecelakaan dan bencana,” ujarnya. [ito]



meikarta.. the world of ours