• Paripurna Istimewa KBB dan Kursi Kosong

    Oleh : Fuad Hisyamudin19 Juni 2017 19:47
    fotografer: Fuad Hisyamudin
    INILAH, Bandung-Tidak semeriah spanduk, baligo dan berbagai rangkaian acara sebelumnya. Malah, ketika hari H, acara terkesan sepi dan tidak sesakral seperti perkiraan banyak orang.

    Demikianlah yang tersaji dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dalam rangka Hari jadi ke 10 Kabupaten Bandung Barat, di Ballroom Pemda setempat, Senin (19/6/2017).

    Sejak memasuki kawasan acara, suasana kemeriahan tidak begitu tempak. Sebelum ke lokasi ballroom di lantai 4, halaman gedung dihiasi sejumlah karangan bunga yang didominasi oleh legislator. Diluar itu, hampir nihil.

    Acara dijadwalkan sekitar pukul 14.00 Wib berjalan tanpa kendala. Tampak, Ketua DPRD KBB Aa Umbara beserta wakil-wakilnya memimpin jalannya sidang dengan lancar. Di meja pimpinan rapat, terlihat pula Bupati dan Wakil BUpati.

    Sebagian anggota DPRD dan para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tampak hadir dengan memakai drescode pakaian adat. Kaum adam lengkap dengan bendo khas orang sunda sejati. Sementara undangan lain, seperti Polres, Kodim dan Pengadilan memakai seragam khas mereka masing-masing.

    Namun sayang, pantauan INILAH sepanjang kegiatan, gedung yang besar dalam kegiatan tersebut hanya terisi sekitar seperempat saja. Bahkan dari belakang terlihat, area acara hanya diisi dibagian depan saja.

    Sejumlah undangan lainnya tampak tidak hadir. Hal ini terlihat deretan tamu undangan yang mengisi buku tamu tidak penuh terisi. Barisan kursi berwarna putih hanya terpasang tanpa ada yang menempati. Kondisi kursi seperti ini mencapai 300 kursi. Sementara peserta yang hadir tak lebih dari 150 orang.

    Meski kursi banyak yang kosong dan tamu undangan tidak banyak yang hadir, namun acara tetap berlangsung tanpa ada kendala. Rangkaian acara mulai dari pimpinan DPRD memimpin rapat, pembacaan sejarah, sambutan Bupati dan sambutan Gubernur Jawa Barat, berlangsung lancar.

    Sayangnya, Saat pertama kali sidang berjalan, ketika ketua DPRD memimpin rapat tersebut, suara riuh dengan sesekali gelak tawa terdengar jelas dari belakang. Tak terkecuali saat pembacaan sejarah KBB oleh Paskibraka nasional Ade didampingi Devita Prisca. Suara gaduh dan tampak keramaian masih terjadi dibarisan paling belakang.

    Pembacaan sejarah yang cukup panjang, sejak pukul 15.07 Wib hingga sekitar pukul 15.25 Wib membuat para peserta sidang terlihat mengantuk. Kondisi sama juga terjadi saat sambutan Bupati Abubakar dan perwakilan dari Provinsi.

    "Kalau saya membacakan semua ini bisa mengantuk. Tau-tau dug adzan," seloroh Abubakar mencairkan suasana disela menyampaikan sambutan.

    Abubakar menyampaikan informasi tentang perkembangan pembangunan dan berbagai prestasi yang diraih KBB dalam 10 tahun terakhir ini. Menurut Abubakar, untuk membangun Kabupaten Bandung Barta menuju "Hari Esok Yang Lebih Baik Dari Hari Ini" diperlukan kerjasama dengan semua pihak.

    "Perlu kerjas keras dan perjuangan serta dukungan senua pihak, aparat, dan masyarakat. Kita perlu bersama-sama mewujudkan semua harapan masyarakat sebagaimana smeangat pemekaran Bandung Barat sebagai daerah otonom," bebernya. [jek]



meikarta.. the world of ours