• Gerakan Literasi Nasional, 4.800 Kantor Pos Siap Kirim Buku Secara Gratis

    Oleh : Doni Ramdhani17 Juli 2017 14:44
    INILAH, Bandung - PT Pos Indonesia mendukung gerakan literasi nasional. Kepala Regional V PT Pos Indonesia Apang Pramuntyas mengatakan sebanyak 4.800 kantor pos siap mendistribusikan buku hingga pelosok negeri.

    "Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, kita siap mendukung gerakan ini. Kita memiliki 4.800 kantor yang siap dititipkan buku yang nantinya akan dikirimkan secara gratis," kata Apang saat gelaran Kiriman Buku Secara Gratis di Kantor Pos Bandung, Senin (17/7).

    Menurutnya, pengiriman buku secara gratis ini mayoritas didistribusikan ke bagian timur Indonesia. Pasalnya, aksesibilitas masyarakat terhadap bahan bacaan di sana relatif sulit. Terutama, daerah pedesaan/rural yang tidak didukung jaringan jalan darat yang memadai.

    Program pengiriman buku gratis ini rutin dilakukan. Tepat pada tanggal 17 setiap bulannya, distribusi buku ini sebagai bentuk implementasi BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilakukan PT Pos Indonesia.

    Lebih luas, dukungan ini pun merupakan gerakan pemerataan pendidikan melalui budaya literasi hingga pelosok Nusantara.

    Pengiriman buku bebas biaya ini diakuinya bisa dilakukan di seluruh kantor pos. Pengirim donasi buku bisa pegiat literasi atau masyarakat umum yang akan menyumbangkan buku kepada pengelola taman bacaan masyarakat di seluruh Indonesia.

    Melalui program ini, donatur dapat mengirim paket buku hingga seberat maksimal 10 kg secara gratis.

    "Kebijakan pembebasan biaya pengiriman buku ke seluruh Indonesia ini ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai solusi dari keluhan para aktivis literasi atas tingginya biaya pengiriman terutama ke wilayah pelosok dan daerah terluar Indonesia," sebutnya.

    Selain memiliki 4.800 kantor, PT Pos Indonesia punya lebih dari 24.500 titik layanan point of sales dan 29.000 agen pos. Dengan jaringan relatif sangat luas ini, Kantor Pos merupakan media yang strategis untuk menjual dan mendistribusikan barang atau jasa.

    "Kami memiliki jaringan yang dedicated, sistem distribusi, track and trace, layanan prima, kecepatan dan ketepatan, serta harga yang kompetitif," ucapnya seraya menyebutkan pihaknya terus melakukan inovasi produk sehingga mempunyai daya saing dalam industri kurir dengan memberikan kualitas layanan kepada masyarakat.

    Dari pantauan, di setiap kantor pos kini terdapat sebuah kotak yang menampung donasi buku. Masyarakat luas bisa memanfaatkan layanan ini untuk berbagi kepada sesama.

    Kegiatan yang digelar di Kantor Pos Bandung, Jalan Asia Afrika No 49 itu diisi dengan berbagai acara antara lain talkshow, sosialisasi, dan donasi buku.

    Selain dihadiri para pegiat literasi, acara pun dihadiri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Sebagai orang nomor satu di Kota Bandung, pria yang akrab disapa Emil ini mengajak seluruh warga Kota Kembang untuk ikut aktif berpastisipasi.

    "Ayo, warga Bandung yang mau mendonasikan buku, silakan datang saja ke kantor pos. Orang hebat itu baca buku berlipat-lipat," ucap Emil. [ito]