• Headline

    Golkar Selangkah Lagi Resmi Usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar

    Oleh : Dea Andriyawan17 Juli 2017 16:22
    INILAH, Bandung - DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat semakin mantap untuk mengantarkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melenggang sebagai satu-satunya Bakal Calon Gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jabar 2018 dari partai berlambang pohon beringin ini.

    Wakil Ketua DPD MQ Iswara mengatakan berdasarkan Rapat Koordinasi DPD Golkar yang dilakukan pekan lalu, Dedi akan segera menerima surat rekomendasi bakal calon dari DPP Partai Golkar pada Agustus 2017 mendatang.

    Hingga kini, menurut Iswara, Dedi Mulyadi menjadi satu-satunya nama yang diajukan oleh pengurus DPD kabupaten/kota, Pengurus Kecamatan (PK) hingga Pengurus Desa (PD) sebagai calon Gubernur Jabar 2018 mendatang.

    "Kami dari mulai pengurus DPD Provinsi DPD kabupaten/kota hingga Pengurus Kecamatan dan Desa hanya mengajukan satu nama yaitu Dedi Mulyadi. Sehingga DPP memutuskan memilih Dedi Mulyadi yang akan menjadi bakal calon Gubernur 2018 nanti, tinggal menunggu rekomendasi secara resmi dari DPP," kata Wakil Ketua DPD Jabar MQ Iswara saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Senin (17/7/2017).

    Hal tersebut memang berdasarkan pada beberapa aspek yang dinilai oleh Partai Golkar sebagai modal Dedi maju pada bursa Pilgub Jabar, di antaranya adalah melihat tren positif elektabilitas maupun popularitas Dedi Mulyadi dalam sejumlah survei yang terus mengalami peningkatan.

    "Jadi ada beberapa aspek yang diperhatikan oleh DPP sehingga Dedi Mulyadi menjadi bakal calon Gubernur terkuat di partai Golkar, mengingat Jabar adalah daerah yang memiliki jumlah penduduk yang paling banyak dengan jumlah hak pemilih mencapai 33 juta jiwa. Maka, dipilihlah sosok yang memang paling pantas sebagai bakal calon Gubernur nanti," ucap Iswara.

    Terlebih menurut Iswara, hingga survei terkahir, nama Dedi Mulyadi selalu berada tiga besar bakal calon gubernur. Raihan tersebut bukan saja hasil dari sosialisasi yang dilakukan partainya, namun juga bagaimana pendekatan Ketua DPD Partai Golkar tersebut dalam melakukan
    "blusukan". Bahkan menurut Iswara, Dedi bisa mengunjungi 10 titik daerah dalam satu hari.

    "Selain konsolidasi yang dilakukan secara pribadi oleh Dedi langsung bersentuhan dengan masyarakat, saat ini partai juga melakukan hal yang sama di berbagai kabupaten/kota di Jabar," ucap dia.

    Selain itu, pihaknya pun kini sedang getol-getolnya melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai untuk membuka kemungkinan koalisi. Bukan hanya untuk menggenapkan kursi pengusungan Dedi, tapi komunikasi yang dilakukan oleh pihaknya guna mencari komposisi koalisi untuk memenangkan agenda politik terbesar di Indonesia ini.

    "Kalau untuk menggenapkan batas minimal kursi, kita mudah, karena tinggal tiga kursi lagi, tapi yang kita lakukan adalah untuk memenangkan, kita terus lakukan komunikasi bahkan dengan Perindo sekalipun, kalau yang paling intens melakukan komunikasi yaitu dengan Partai Hanura dan PAN, tapi sekarang masih dinamis tidak menutup kemungkinan dengan partai lain," ujar dia.

    Saat disinggung mengenai nama calon yang akan menjadi pendamping Dedi, Iswara mengatakan pihaknya belum membahas hingga calon wakil Gubernur.

    Lebih lanjut, urusan bakal calon wakil Gubernur disesuaikan dengan kebutuhan, mengingat kembali pada persyaratan yang harus memenuhi 20% kursi legislatif untuk mendaftar calon Gubernur.

    Namun kata Iswara, partai pengusung nanti juga bukan hanya sebagai memenuhi persyaratan saja, namun yang mampu mendongkrak suara, sebab Golkar memiliki target menang dalam Pilgub 2018 nanti.

    "Tapi secara personal ada tiga nama yang hubungan baik dengan Dedi yaitu, Deddy Mizwar, Netty Heryawan dan Dessy Ratnasari. Namun tidak bisa dipastikan juga apakah tiga nama ini akan menjadi pendamping Dedi nantinya," katanya.

    Menurut Iswara, pihaknya akan terus memantau pekembangan elektabilitas dan popularitas Dedi, salah satunya adalah dengan kembali melakukan survei untuk mengetahui perkembangan survei terakhir dari Dedi Mulyadi sebelum menerima rekomendasi dari DPP sebagai bakal calon Gubernur.

    Selain itu survei itu nanti bertujuan untuk pemetaan dan mengetahui di mana titik lemah dari Dedi, sehingga dapat segera diperbaiki dan diperkuat.

    "Nanti yang surveinya bukan hanya satu lembaga survei saja, kemungkinan ada dua untuk perbandingan, saya harap popularitas dan elektabilitas Dedi terus naik dengan seimbang," pungkasnya. [ito]